Mendekati Saat Pelaksanaan Musda Demokrat Aceh: Nurdiansyah Alasta Kirim Surat Terbuka AHY

Politik | 17 Jul 2026 | 08:59 WIB
Mendekati Saat Pelaksanaan Musda Demokrat Aceh: Nurdiansyah Alasta Kirim Surat Terbuka AHY
Nurdiansyah Alasta, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh. (*)

Uwrite.id - Bandaaceh - Meski situasi politik internal memanas, Bendahara DPD Partai Demokrat Aceh Nurdiansyah Alasta menegaskan tetap setia pada partai. Itu disampaikannya melalui surat terbuka kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelang Musyawarah Daerah DPD Partai Demokrat Aceh Agustus mendatang.

"Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan ketua umum," tulis Nurdiansyah dalam surat tertanggal Rabu, 15 Juli 2026 tersebut.

Surat itu bukan berisi protes. Pria yang akrab disapa DNA ini mengaku hanya ingin AHY mengetahui versi dirinya sebagai kader yang selama ini membangun partai dari bawah.

"Saya hanya berharap Bapak (AHY) mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang telah berkarir dari bawah sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Aceh Tenggara, serta berjuang dari bawah, membangun dukungan secara terbuka, dan mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik," tulisnya.

Dikabarkan Kehilangan Dukungan di Tengah Jalan

Menurut Nurdiansyah, dinamika mulai terasa setelah kepemimpinan DPD Demokrat Aceh dipegang Plt. Ketua DPD Riyan Firmansyah.

Ia mengaku mendapat kabar dari para ketua DPC bahwa Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menghubungi satu per satu pengurus daerah. Tujuannya disebut untuk mengalihkan dukungan kepada kandidat lain, Dr. Sayuti Abubakar.

Padahal sebelumnya, Nurdiansyah mengaku telah mengantongi dukungan 18 DPC se-Aceh. Dukungan itu disebutnya sudah dikonsolidasikan hingga ke Jakarta.

"Pada awal proses Musda, saya terlebih dahulu meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami, untuk maju sebagai calon ketua DPD Partai Demokrat Aceh. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan," tulis Nurdiansyah.

Ia juga menyebut para ketua DPC pendukungnya sempat dibawa ke Jakarta dan bertemu langsung dengan Teuku Riefky sebagai bukti keseriusan mengikuti mekanisme partai.

Soal Kandidat Lain: Mantan Caleg PKB

Kandidat yang disebut menerima arahan dukungan itu adalah Sayuti Abubakar. Saat ini Sayuti menjabat Wali Kota Lhokseumawe.

Diketahui, Sayuti sebelumnya pernah maju sebagai caleg DPR RI dari PKB pada Pemilu 2019 namun gagal ke Senayan. Ia juga pernah menjabat sebagai sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh. Nurdiansyah menyebut Sayuti bukan berasal dari kader Partai Demokrat.

Upaya Klarifikasi Temui Jalan Buntu

Di tengah gonjang-ganjing itu, Nurdiansyah mengaku bingung. Ia merasa tidak pernah mendapat klarifikasi atas berbagai tuduhan yang beredar.

"Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya," ujarnya.

Ia juga mengaku sudah berulang kali meminta waktu bertemu langsung dengan Teuku Riefky Harsya untuk menjelaskan duduk persoalannya secara terbuka. Namun hingga surat ini ditulis, pertemuan itu belum terlaksana.

Tegaskan Hormati Mekanisme Partai

Meski kecewa, Nurdiansyah menegaskan surat terbukanya bukan untuk menyalahkan siapa pun, termasuk sikap petinggi DPP.

Ia tetap meyakini Partai Demokrat menjunjung prinsip kaderisasi, keadilan, dan kompetisi sehat. Karena itu, apa pun hasil Musda nanti akan ia terima.

"Apapun keputusan partai nantinya akan saya hormati," tegasnya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar