Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera di Papua Barat Daya | PNM Mekaar

Budaya | 11 Jun 2026 | 00:52 WIB
Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera di Papua Barat Daya | PNM Mekaar
Perjalanan Ibu Ragaia menjadi salah satu contoh nyata dampak program pemberdayaan yang dijalankan PNM.

Uwrite.id - Sorong - Akses terhadap layanan keuangan formal masih menjadi tantangan bagi sebagian masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan kepulauan Indonesia, khususnya di wilayah timur. Jarak yang jauh, biaya transportasi yang tinggi, hingga kebutuhan menyeberang pulau membuat layanan keuangan modern belum sepenuhnya mudah dijangkau.

Di tengah kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) terus memperluas jangkauan layanan pembiayaan dan pendampingan usaha bagi perempuan prasejahtera hingga ke daerah terpencil, termasuk Pulau Arar di Papua Barat Daya.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Ibu Ragaia Sosir, yang menjadi nasabah PNM Mekaar sejak 2021. Berawal dari keinginan sederhana untuk memberikan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya serta memperbaiki kondisi rumah keluarga, Ragaia perlahan membangun perubahan melalui usaha yang dijalankannya.

Dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan dari PNM Mekaar, ia mulai melakukan renovasi rumah secara bertahap. Mulai dari memperbaiki kamar mandi, kamar tidur, jendela, hingga bagian rumah lainnya yang sebelumnya membutuhkan perbaikan.

“Dulu saya cuma pikir anak-anak bisa tetap sekolah dan rumah bisa pelan-pelan lebih layak. Setelah ikut PNM Mekaar, saya rasa ada jalan untuk usaha. Kitong mulai dari kecil saja, perbaiki kamar mandi, kamar, jendela, sedikit-sedikit. Yang penting tetap jalan, supaya keluarga bisa hidup lebih baik,” ujar Ibu Ragaia Sosir.

Seiring perjalanan usahanya, Ragaia tidak hanya aktif sebagai nasabah, tetapi juga dipercaya menjadi Ketua Kelompok Mekaar di wilayahnya. Dari peran tersebut, ia semakin memahami kebutuhan masyarakat sekitar, terutama terkait akses layanan keuangan.

Melihat banyak warga harus menyeberang pulau untuk melakukan transaksi keuangan, Ragaia kemudian memutuskan menjadi agen BRILink. Langkah tersebut tidak hanya membuka peluang usaha baru bagi dirinya, tetapi juga memudahkan masyarakat setempat dalam mengakses berbagai layanan keuangan tanpa harus melakukan perjalanan jauh.

Kisah Ibu Ragaia menunjukkan bahwa pemberdayaan ekonomi dapat tumbuh dari wilayah-wilayah terluar Indonesia ketika akses pembiayaan, pendampingan, dan semangat untuk berkembang berjalan beriringan.

Melalui PNM Mekaar, ia juga mendorong perempuan lain di lingkungannya untuk berani memulai usaha, memperbaiki taraf hidup keluarga, serta membangun masa depan yang lebih baik secara bertahap.

Perjalanan Ibu Ragaia menjadi salah satu contoh nyata dampak program pemberdayaan yang dijalankan PNM. Hingga kini, PNM telah melayani lebih dari 22,9 juta masyarakat Indonesia, memperluas akses pembiayaan dan pendampingan usaha hingga ke pesisir, pulau-pulau kecil, serta berbagai daerah pelosok di seluruh Tanah Air. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar