Makna Sejati Pancasila: Alat Perekat atau Alat Penghantam Anak Bangsa?

Opini | 01 Jun 2023 | 09:36 WIB
Makna Sejati Pancasila: Alat Perekat atau Alat Penghantam Anak Bangsa?
Foto ilustrasi.

Uwrite.id - Setiap tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara Indonesia telah menjadi pijakan yang kuat dalam membangun dan mengidentifikasi bangsa selama puluhan tahun. Namun, dalam perayaan ini, penting untuk merenungkan dan mengingatkan diri sendiri bahwa Pancasila seharusnya berfungsi sebagai perekat dan pemersatu bangsa, bukan sebagai alat penghantam pihak yang berseberangan dengan penguasa dan pemecah belah anak bangsa.

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia terdiri dari lima sila yang saling terkait dan saling melengkapi. Kelima sila tersebut adalah Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Pancasila mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia yang majemuk, menjunjung tinggi keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama.

Namun, dalam perjalanan sejarah, terkadang Pancasila disalahgunakan atau diinterpretasikan dengan cara yang tidak benar. Ada kalangan yang menggunakan Pancasila sebagai alat untuk menyerang pihak yang berseberangan dengan penguasa atau sebagai pemecah belah anak bangsa. Hal ini justru bertentangan dengan tujuan awal Pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa.

Pancasila seharusnya digunakan sebagai pijakan untuk membangun kebersamaan, menghormati perbedaan, dan menciptakan harmoni dalam masyarakat. Pancasila mengajarkan pentingnya kerjasama, toleransi, dan saling menghargai antara sesama warga negara Indonesia. Ketika Pancasila digunakan secara benar, ia mampu menjadi kekuatan yang mengikat berbagai suku, agama, dan budaya dalam kesatuan yang kokoh.

Selain itu, Pancasila juga harus diimplementasikan secara selaras dalam kebijakan negara dan tindakan pemerintah. Penguasa harus memastikan bahwa setiap keputusan yang diambil berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila yang menyimpan keadilan, persatuan, dan kesejahteraan rakyat. Dengan demikian, Pancasila tidak hanya menjadi semboyan kosong, tetapi menjadi landasan yang pasti dalam menjalankan roda pemerintahan dan pembangunan negara.

Oleh karena itu, pada Hari Lahir Pancasila ini, mari kita berkomitmen untuk menjadikan Pancasila sebagai perekat dan pemersatu bangsa. Kita harus menghindari penggunaan Pancasila sebagai alat untuk mengekang kebebasan berpendapat, memusuhi pihak yang berseberangan dengan penguasa, atau memecah belah anak bangsa. Sebaliknya, mari kita terus memperjuangkan keadilan, persatuan, dan kesejahteraan bersama dengan semangat Pancasila.

Pancasila adalah warisan berharga dari para pendiri bangsa. Marilah kita jaga dan tingkatkan kesadaran akan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bersama-sama mengamalkan Pancasila, kita dapat membangun Indonesia yang lebih kuat, adil, dan harmonis. Selamat Hari Lahir Pancasila, semoga Pancasila senantiasa menjadi pedoman kita dalam mengidentifikasi dan memajukan bangsa Indonesia. (NN)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar