Mahasiswa KKN UIN Sunan Ampel Surabaya Resmi 40 Hari Mengabdi di RW 10 Kelurahan Darmo

Uwrite.id - Surabaya - Kuliah Kerja Nyata atau KKN dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya resmi memulai pengabdian di RW 10 Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo.
Kegiatan ini dimulai pada tanggal 17 Juni 2026 dan akan berlangsung selama 40 hari ke depan. Pelepasan dilakukan secara sederhana bersama pengurus RW dan warga setempat.
Sebanyak tujuh mahasiswa dilibatkan dalam program ini. Mereka berasal dari berbagai program studi di UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dengan latar belakang keilmuan yang berbeda, tim berharap bisa memberikan kontribusi yang lebih luas dan menyentuh berbagai aspek kehidupan warga.
Program yang diusung kali ini adalah KKN Kampung Pancasila.
Nama tersebut dipilih karena RW 10 memiliki semangat gotong royong dan toleransi yang sudah berjalan lama. Mahasiswa ingin menguatkan nilai-nilai Pancasila melalui kegiatan nyata yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Tujuan utama KKN ini bukan hanya memberi bantuan sesaat.
Tim ingin mengidentifikasi aset, potensi, serta masalah yang ada di lingkungan RW 10. Dari pemetaan itu, diharapkan muncul program-program yang bisa dikembangkan secara maksimal dan berkelanjutan, bahkan setelah mahasiswa pulang.
Hari pertama diisi dengan silaturahmi ke rumah ketua RW dan tokoh masyarakat.
Diskusi awal membahas kondisi lingkungan, kegiatan rutin warga, serta tantangan yang sering muncul. Dari obrolan itu tim mendapat gambaran awal tentang kebutuhan prioritas di wilayah tersebut.
Salah satu fokus awal adalah pemetaan aset komunitas.
Mahasiswa mencatat potensi sumber daya manusia, seperti ibu PKK, pemuda karang taruna, dan guru ngaji. Selain itu juga dicatat aset fisik seperti balai RW, posyandu, dan lahan kosong yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan produktif.
Di bidang ekonomi, tim melihat adanya peluang usaha mikro di kalangan ibu-ibu. Beberapa warga sudah menjalankan usaha makanan dan kerajinan dari rumah.
Mahasiswa berencana memberi pendampingan sederhana terkait manajemen, pemasaran digital, dan pengemasan produk agar bisa menjangkau pasar lebih luas.
Untuk masalah lingkungan, tim menyoroti pengelolaan sampah dan kebersihan saluran air. Musim hujan membuat beberapa titik rawan banjir.
Karena itu salah satu program yang disiapkan adalah edukasi pilah sampah dan kerja bakti rutin bersama warga setiap dua minggu sekali.
Di bidang pendidikan, mahasiswa akan mengadakan kelas baca tulis dan pendampingan belajar untuk anak SD dan SMP. Kegiatan ini dilakukan sore hari di balai RW.
Tujuannya membantu anak-anak yang kesulitan belajar dan memberi ruang kreatif di luar jam sekolah.
Kesehatan juga menjadi perhatian. Bersama kader posyandu, tim akan membantu sosialisasi pola hidup bersih dan sehat.
Rencananya ada pemeriksaan kesehatan dasar, penyuluhan gizi, dan kampanye pencegahan DBD melalui pemberantasan sarang nyamuk. Nilai kebangsaan dan keagamaan dikemas dalam kegiatan Kampung Pancasila. Setiap minggu akan ada diskusi ringan tentang toleransi, gotong royong, dan semangat kebhinekaan.
Kegiatan ini menyasar remaja dan orang tua agar nilai Pancasila tidak hanya dihafal tapi dipraktikkan.
Metode yang digunakan tim adalah partisipatif. Warga tidak hanya menjadi objek, tapi dilibatkan sejak perencanaan.
Setiap program akan didiskusikan dulu dengan RT, PKK, dan karang taruna agar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Selama 40 hari, mahasiswa juga akan mendokumentasikan seluruh kegiatan. Dokumentasi ini penting sebagai laporan ke kampus dan sebagai bahan evaluasi. Selain itu bisa menjadi contoh untuk program KKN berikutnya di lokasi lain.
Dukungan dari kelurahan dan kecamatan juga diharapkan. Tim sudah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Darmo agar program yang dijalankan bisa selaras dengan program pemerintah setempat.
Sinergi ini penting agar hasilnya tidak berhenti di tengah jalan.
Ketua tim KKN menyampaikan bahwa mereka datang untuk belajar sekaligus mengabdi.
Menurutnya, 40 hari adalah waktu yang cukup untuk membangun relasi dan memulai perubahan kecil. Yang terpenting adalah keberlanjutan setelah program selesai. Dengan semangat Kampung Pancasila, mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya berharap kehadirannya di RW 10 bisa memberi manfaat.
Bukan hanya dalam bentuk program, tapi juga dalam semangat kebersamaan yang terus hidup di masyarakat Wonokromo. (*)

Tulis Komentar