Mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh Terapkan Program Biopori di Desa Tanoh Anoe.

Pendidikan | 05 Feb 2026 | 12:17 WIB
Mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh Terapkan Program Biopori di Desa Tanoh Anoe.
Mahasiswa Dan Masyrakat Bekerja Sama

Uwrite.id -

Mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh melaksanakan kegiatan pembuatan lubang biopori di Desa Tanoh Anoe, Kecamatan Muara Batu, Selasa dan rabu (3 dan 4/2026). Program ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan, khususnya dalam pengelolaan air dan sampah organik di lingkungan desa.

Kegiatan difokuskan pada pembuatan lubang biopori di beberapa titik strategis, seperti pekarangan rumah warga dan area sekitar fasilitas umum. Biopori dipilih karena memiliki manfaat ganda, yaitu sebagai media resapan air hujan sekaligus tempat pengolahan sampah organik secara alami.

Proses pembuatannya dilakukan dengan cara sederhana. Tanah dibor hingga kedalaman tertentu, kemudian lubang diisi dengan sampah organik seperti daun kering, sisa sayuran, dan rumput. Selain membantu mempercepat penyerapan air ke dalam tanah, biopori juga dapat menghasilkan kompos yang bermanfaat bagi kesuburan tanah.

Mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 tidak hanya melakukan pembuatan biopori, tetapi juga memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat mengenai fungsi dan manfaatnya. Edukasi ini diharapkan dapat mendorong warga untuk menerapkan biopori secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Ketua KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh, Hernawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan upaya sederhana yang diharapkan memberi dampak nyata bagi lingkungan desa. Ia menuturkan bahwa biopori bukan hanya soal lubang resapan air, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan.

“Dengan biopori, masyarakat bisa mengelola sampah organik dan air hujan secara lebih baik. Ini langkah kecil, tapi kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya akan besar,” ujarnya.

Hasil kegiatan tersebut kemudian diperkenalkan kepada Geuchik Desa Tanoh Anoe dan masyarakat setempat. Respons warga terlihat positif, bahkan beberapa di antaranya menyatakan ketertarikan untuk membuat biopori sendiri di sekitar rumah mereka.

Salah satu anggota KKN PPM, Dinda, berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai program KKN semata, tetapi dapat menjadi kebiasaan baru di tengah masyarakat. Menurutnya, biopori merupakan solusi sederhana yang bisa diterapkan secara berkelanjutan.

Melalui program ini, mahasiswa KKN PPM Kelompok 15 Universitas Malikussaleh berharap masyarakat Desa Tanoh Anoe semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan dan mampu memanfaatkan solusi sederhana untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar