Luhut Minta Presiden Baru Tak Perlu Bicara Perubahan, RI Sudah Berada di Jalur yang Benar

Ekonomi | 14 Jun 2023 | 16:04 WIB
Luhut Minta Presiden Baru Tak Perlu Bicara Perubahan, RI Sudah Berada di Jalur yang Benar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi saksi sidang.

Uwrite.id - Dalam acara Jakarta Geopolitical Forum ke-7 yang diselenggarakan hari ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, mengungkapkan bahwa Indonesia telah menemukan pola yang dapat membantu negara ini mencapai status negara berpenghasilan tinggi. Menurutnya, kebijakan seperti hilirisasi industri merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi yang penting bagi Indonesia dalam mencapai tujuan ini.

"Sekarang kita sudah ketemu pattern (pola) untuk menjadi negara high income country, itu saya kira bisa kita lakukan, karena juga dari segi demografi bonus, kekayaan alam, downstream industry, digitalisasi, kemudian dana desa, itu ingredients daripada untuk membuat Indonesia hebat," kata Luhut, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu 14/6/23.

Luhut berharap untuk Presiden yang akan datang tidak perlu bicara perubahan, namun tinggal melanjutkan resep yang telah ditemukan tersebut untuk mencapai status high income country. Menurutnya, jika tidak fokus, tujuan tersebut tidak akan tercapai.

"Saya harap siapapun presiden ke depan harus melakukan ini, tidak usah bicara perubahan lah, bagaimana menyempurnakan, mempercepat proses ini, supaya generasi kalian juga bisa nanti melihat itu, karena kalau tidak kita fokus pada pekerjaan ini, belok-belok, nanti tidak jalan," katanya.

Bank Dunia telah mengklasifikasikan negara-negara berdasarkan pendapatan nasional bruto (Pendapatan Nasional Bruto/GNI) per kapita menjadi empat kategori, yaitu berpenghasilan rendah (pendapatan rendah) dengan kisaran US$1.035, berpenghasilan menengah ke bawah (pendapatan menengah rendah) dengan kisaran US$1.036- US$4.045, pendapatan menengah ke atas (pendapatan menengah atas) dengan kisaran US$4.046-US$12.535, dan pendapatan tinggi (pendapatan tinggi) dengan lebih dari US$12.535.

Saat ini, Indonesia berada pada posisi pendapatan menengah atas (berpenghasilan menengah atas), tetapi dengan pola serta kebijakan yang telah ditemukan Indonesia tersebut diharapkan dapat naik ke kategori pendapatan tinggi (berpenghasilan tinggi) dalam waktu dekat.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar