LSM PENJARA 1 Gelar Forum Kebangsaan di Gedung Joang ’45, Dorong Sinergi Masyarakat–POLRI Jaga Kamtibmas

Uwrite.id - Jakarta — LSM PENJARA 1 menggelar Forum Kebangsaan bertajuk “Sinergi Masyarakat Bersama POLRI” di Gedung Joang ’45, Jalan Menteng Raya No. 31, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini berlangsung pada pukul 12.00–17.00 WIB dan dihadirkan sebagai ruang partisipasi publik untuk memperkuat kolaborasi masyarakat dan POLRI dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Forum tersebut mengangkat pesan besar bahwa Kamtibmas tidak cukup dijaga hanya melalui pendekatan teknis keamanan, tetapi juga harus dibangun melalui budaya tertib, kepatuhan terhadap hukum, dan ketahanan sosial. LSM PENJARA 1 menilai, ketertiban publik yang kuat lahir dari kebiasaan kolektif, mulai dari disiplin sosial, etika di ruang publik, hingga literasi masyarakat dalam menghadapi provokasi dan hoaks.
Dalam pelaksanaannya, forum ini dihadiri sekitar ±400 peserta undangan terkurasi dari beragam latar belakang. Peserta datang dari unsur tokoh masyarakat dan tokoh agama lintas iman, para ketua LSM, insan pers dan media, mahasiswa dan pemuda, tenaga kesehatan, pekerja informal, komunitas pengemudi ojek online, hingga pelaku UMKM dan elemen masyarakat lainnya.
Ketua Umum LSM PENJARA 1 Teuku Z. Arifin menegaskan, forum ini dibangun untuk mempertemukan berbagai elemen bangsa agar sinergi menjaga kamtibmas bergerak lebih komprehensif, tidak parsial, dan tidak bergantung pada satu pihak semata. Ia juga menekankan bahwa stabilitas sosial perlu dirawat melalui komunikasi publik yang sehat dan kedewasaan berdemokrasi.
“Kamtibmas bukan hanya tanggung jawab aparatur keamanan semata, melainkan tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Melalui forum ini, kita ingin membangun jembatan komunikasi yang kuat dan sinergi yang komprehensif untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi bangsa saat ini,” kata Arifin dalam sambutannya.

Ratusan peserta Forum Kebangsaan LSM PENJARA 1 ‘Sinergi Masyarakat Bersama POLRI’ berfoto bersama, sebagai komitmen kolektif memperkuat Kamtibmas.
Selain penguatan narasi kebangsaan, forum ini juga menampilkan sesi sambutan Kamtibmas lintas agama. Sejumlah pembicara dari elemen masyarakat menyampaikan pesan toleransi, persaudaraan, dan pentingnya menjaga keharmonisan sebagai fondasi ketenteraman sosial. Pesan tersebut diarahkan untuk menegaskan bahwa ketertiban tidak hanya lahir dari aturan, tetapi juga dari nilai moral dan kesediaan masyarakat menjaga ruang bersama.
Dalam forum itu, peserta juga menyampaikan berbagai gagasan praktis untuk memperkuat Kamtibmas di level akar rumput. Sejumlah usulan yang mengemuka antara lain pembentukan posko sinergi Kamtibmas di tingkat lokal, pelaksanaan pelatihan keamanan masyarakat secara berkala, serta pembentukan forum komunikasi rutin antara elemen masyarakat dan aparatur keamanan.
Arifin menyebut, rangkaian forum ini diharapkan menjadi pemantik gerakan sosial yang berkelanjutan, bukan hanya menjadi kegiatan satu kali, tetapi melahirkan pola kolaborasi yang konsisten. LSM PENJARA 1 juga menegaskan dukungan terhadap POLRI agar semakin profesional, humanis, dan presisi, sembari mengajak masyarakat memperkuat budaya tertib serta kepatuhan hukum di lingkungan masing-masing, termasuk di ruang digital.
Di akhir sambutannya, Arifin menegaskan pesan kunci forum melalui pernyataan berikut: “Negara yang besar bukan hanya negara yang kuat senjatanya, tetapi negara yang kuat ketertibannya. Saat masyarakat memilih taat dan POLRI memilih melayani dengan presisi, Kamtibmas tidak sekadar aman, ia menjadi warisan: keadilan yang dipercaya, persaudaraan yang terjaga, dan Indonesia yang melangkah pasti ke depan.”

Tulis Komentar