Live ! Detak-Detik Pengambilan Suara untuk Kandidat Rais Aam dan Ketua Umum PB NU Hari Ini

Uwrite.id - Jombang - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi mengubah mekanisme pemilihan Ketua Umum periode 2026-2031. Ketum PBNU tidak lagi dipilih langsung oleh peserta muktamar, melainkan ditetapkan bersama Rais 'Aam terpilih dan 9 anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
Keputusan itu disahkan dalam Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU, Minggu (30/08). Dari 552 peserta yang memiliki hak suara, sebanyak 401 suara atau 73% menyetujui perubahan. Sementara 150 suara menolak dan 1 suara dinyatakan tidak sah.
Tahapan Baru Pemilihan Ketum PBNU
Dalam mekanisme baru, PWNU, PCNU, dan PCINU diberi kewenangan mengusulkan maksimal 5 nama bakal calon Ketua Umum PBNU.
Seluruh usulan kemudian ditabulasi panitia untuk menjaring 5 nama dengan perolehan suara tertinggi. Lima nama tersebut selanjutnya diserahkan kepada Rais 'Aam PBNU terpilih untuk mendapatkan catatan, pertimbangan, dan restu.
"Setelah mendapatkan restu dari Rais 'Aam terpilih, barulah nama-nama kandidat tersebut dipilih dan diputuskan bersama-sama dengan sembilan anggota AHWA," ujar Pimpinan Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU, Prof Muhammad Nuh di laman MUI.
Bagi pembaca Uwrite.id yang ingin mengikuti secara daring jalannya pemilihan langsung AHWA dan Rais 'Aam PB NU live dari Jombang dapat mengakses melalui siaran broadcast berikut ini.
Link Live Uwrite.id : Padasuka TV Muktamar ke-35 NU, Pemilihan Rais Aam & Ketua Umum hari ini
Pemilihan AHWA dan Rais 'Aam
Mekanisme pemilihan anggota AHWA juga diubah. PWNU, PCNU, dan PCINU mengusulkan 9 nama kiai sepuh. Sembilan nama dengan akumulasi suara tertinggi kemudian ditetapkan sebagai anggota AHWA.
Selanjutnya, 9 anggota AHWA bertugas memilih Rais 'Aam PBNU dalam sidang tertutup. Rais 'Aam terpilih dapat berasal dari kalangan anggota AHWA maupun ulama di luar AHWA.
Tata Tertib Segera Disahkan
Rincian tata tertib pemilihan akan disahkan dalam rapat pleno lanjutan. Muhammad Nuh memastikan pembahasan tata tertib tidak mengganggu jalannya Muktamar ke-35 NU.
"Insya-Allah hari Ahad semuanya sudah bisa dirampungkan, termasuk kepastian siapa Rais 'Aam dan siapa Ketua Umum PBNU yang baru," katanya.
Dengan perubahan ini, peran Rais 'Aam dan AHWA menjadi lebih sentral dalam menentukan nahkoda PBNU lima tahun ke depan. (*)

Tulis Komentar