Lapas Pangkalpinang Bawa Inovasi Kompos FABA ke Tanjungpandan

Hukum | 18 Jul 2026 | 04:05 WIB
Lapas Pangkalpinang Bawa Inovasi Kompos FABA ke Tanjungpandan
Warga binaan tengah menampilkan karya terbaiknya yakni kompos. (Belitung).

Uwrite.id - Tanjungpandan - Program kompos binaan Lapas Kelas IIA Pangkalpinang kini merambah Pulau Belitung.

Inovasi pengolahan kompos tersebut diperkenalkan lewat Pelatihan Pembuatan Kompos berbahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Pelatihan digelar di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan pada Kamis (16/07).

Langkah ini diambil sebagai upaya memperluas pembinaan kemandirian. Selain itu juga untuk mendorong penerapan ekonomi sirkular dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Ade Agustina.

Hadir dalam kegiatan ini unsur Forkopimcam Badau Belitung, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Kepala Bapas Kelas II Tanjungpandan, pemerintah desa, kelompok tani. Pesertanya terdiri dari 10 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan dan 10 Klien Pemasyarakatan dari Bapas Tanjungpandan.

Kalapas Pangkalpinang Sugeng Indrawan bersama timnya turut hadir. Menurutnya, kompos berbasis Fly Ash adalah wujud nyata komitmen Lapas Pangkalpinang menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan berdampak langsung ke masyarakat.

"Kami berharap inovasi kompos dari Lapas Pangkalpinang bisa dirasakan manfaatnya sampai ke Belitung. Lewat pelatihan ini, transfer ilmu dan praktik diberikan kepada Warga Binaan, Klien Pemasyarakatan, dan kelompok tani," kata Sugeng.

Ia juga berharap kerja sama yang terjalin dapat menguatkan pembinaan kemandirian serta memperluas penggunaan kompos berbasis Fly Ash di Bangka Belitung.

"Harapannya pelatihan ini mencetak SDM yang terampil. Sekaligus mendukung ketahanan pangan, ekonomi sirkular, serta sejalan dengan Asta Cita Presiden dan Program Akselerasi dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan," lanjut Sugeng.

Di sisi lain, Kakanwil Ditjenpas Babel Ade Agustina menyebut pelatihan ini sebagai bentuk sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Tujuannya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan memberdayakan Warga Binaan serta Klien Pemasyarakatan.

"Kerja sama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat adalah langkah konkret untuk pembangunan berkelanjutan dan penguatan pemberdayaan Warga Binaan serta Klien Pemasyarakatan," pungkas Ade. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar