Eksekusi Lahan PTPN VII Ricuh, Polda Lampung Terjunkan Ratusan Personil

Hukum | 13 Dec 2023 | 23:16 WIB
Eksekusi Lahan PTPN VII  Ricuh, Polda Lampung Terjunkan Ratusan Personil
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Umi Fadillah Astutik

Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menurunkan ratusan personel untuk pengamanan proses eksekusi lahan sawit di Kabupaten Way Kanan, Rabu (13/12/2023). 

Polda Lampung menurunkan personel sebanyak 100 personil pengendali masyarakat (Dalmas), 100 Brimob, 100 personel gabungan Polres Way Kanan dan 50 personel Kodim 0427 WK.

Pengamanan tersebut dimohonkan oleh PT Bumi Madu Mandiri (PT BMM) atas eksekusi lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VII yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Blambangan Umpu.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Umi Fadillah Astutik mengatakan pelaksanaan eksekusi ini berdasarkan perkara perdata Nomor 08/Pdt.G/2014/PN.BBU.

Menurut dia, perkara ini melibatkan PTPN VII Bunga Mayang dengan PT BMM Negeri Besar atas lahan seluas 320 hektare yang dimenangkan oleh PT BMM.

"Benar, Polda Lampung diminta pengamanan proses ekskusi lahan tersebut oleh pengadilan," kata Umi dalam keterangannya, Rabu (13/12/2023).
 

Umi mengatakan, saat Panitera Umpu PN Blambangan membacakan penundaan eksekusi, ada tentangan dari massa gabungan Serikat Pekerja Perkebunan Indonesia (SPPN) PTPN VII Bunga Mayan yang ingin menghalangi proses eksekusi.


Massa melayangkan surat ke Mahkamah Agung (MA) supaya eksekusi tidak dilakukan, karena masih ada upaya hukum yang dijalankan.  


Massa kemudian melakukan mediasi melalui telepon dengan Ketua PN Blambangan Umpu, kata Umi. 
Berdasarkan hasil mediasi, Hakim Ketua PN Blambangan Umpu menyatakan proses penegakan hukum berdasarkan putusan Inkrah (yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap). 


Dengan begitu, eksekusi dapat dilakukan meskipun pihak tergugat tidak hadir, dan pembacaan eksekusi tetap dapat dilakukan di mana saja selama masih menjadi pokok sengketa. 

 

“Setelah mendengarkan penjelasannya, pihak bisa memahami PTPN VII  dan meninggalkan lokasi kejadian,” tutupnya.

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar