Kutuk Keras Serangan yang Sebabkan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, AHY Sebut Indonesia Kehilangan Besar

Politik | 02 Apr 2026 | 11:45 WIB
Kutuk Keras Serangan yang Sebabkan 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, AHY Sebut Indonesia Kehilangan Besar
Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan arahan saat Retreat Partai Demokrat, Rabu (09/07).

Uwrite.id - Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang pernah tergabung dalam Kontingen Garuda pertama di UNIFIL tahun 2006, memahami langsung risiko dan kehormatan dalam misi perdamaian dunia. Terhadap peristiwa yang terjadi di Lebanon Selatan, di mana 3 prajurit TNI berpulang ke Rahmatullah karena insiden terkena serangan, AHY sampaikan belasungkawa.

"Ini bukan sekadar kehilangan bagi TNI, tetapi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Mereka gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia," kata AHY dalam keterangannya, Rabu (01/04).

Tiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya, dan Sertu Ikhwan, yang gugur dalam dua insiden pada 29–30 Maret akibat ledakan dan serangan proyektil di tengah eskalasi situasi keamanan di Lebanon Selatan.

Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menegaskan bahwa para prajurit tersebut adalah pahlawan kemanusiaan yang mengabdikan diri melampaui panggilan tugas.

"Partai Demokrat mengutuk keras setiap serangan terhadap personel UNIFIL. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun," ujarnya.

Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-R Unifil 2024 merayakan HUT ke-79 TNI Tahun 2024 walaupun berada di dalam shelter di Lebanon.

Herzaky menjelaskan, Demokrat mendesak PBB dan UNIFIL untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap sumber serangan secara jelas.

"Di tengah situasi yang semakin berisiko, Demokrat menegaskan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama melalui penguatan SOP dan langkah kontinjensi yang adaptif di lapangan," kata dia.

Lebih lanjut, Herzaky menuturkan, Partai Demokrat mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan para prajurit yang gugur sebagai syuhada perdamaian.

"Indonesia akan terus hadir sebagai bagian dari solusi perdamaian dunia, namun setiap prajurit adalah nyawa bangsa yang tak tergantikan," tandasnya.

Sejumlah kader Partai Demokrat juga memiliki pengalaman dalam misi perdamaian PBB. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahkan pernah menjabat sebagai Chief of Military Officer di Bosnia tahun 1995. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar