Kuota BBM Muna Barat Cuma 8.000 Liter, Bupati La Ode Darwin Turun Langsung ke SPBU

Hukum | 05 Aug 2026 | 09:08 WIB
Kuota BBM Muna Barat Cuma 8.000 Liter, Bupati La Ode Darwin Turun Langsung ke SPBU
Bupati Muna Barat, La Ode Darwin saat melakukan sidak di SPBU Bahari Cahaya Endekana, yang terletak di Desa Sukadamai, Kecamatan Tiworo Tengah, dikarenakan antrean yang panjang, Senin (03/08).

Uwrite.id - Lawele - Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, melakukan sidak langsung ke sejumlah SPBU di wilayahnya menyusul keluhan masyarakat terkait antrean panjang bahan bakar minyak.

Berdasarkan hasil sidak, antrean panjang terjadi karena keterbatasan kuota BBM yang disalurkan ke SPBU. 

Salah satu pengelola SPBU menyebut pasokan yang diterima hanya setengah dari kapasitas tangki, yaitu 8.000 liter. Dengan jumlah antrean yang tinggi, stok tersebut sering habis sebelum tengah hari.

Sidak di SPBU Bahari Cahaya Endekana Tiworo Tengah, Bupati Muna Barat Ungkap Penyebab Antrean Panjang BBM

"Minyak yang kita terima hanya setengah dari kapasitas tangka, yaitu 8.000 liter, sehingga dengan banyaknya antrean kerap belum setengah hari sudah habis," ujar pengelola SPBU tersebut.

Sidak ini diharapkan dapat memberikan solusi cepat terhadap persoalan antrean panjang serta menjaga ketersediaan BBM bagi masyarakat Muna Barat. 

Langkah sidak juga menjadi bentuk pengawasan pemerintah daerah agar distribusi BBM tetap terkendali dan tidak merugikan masyarakat.

Sebelumnya, Bupati La Ode Darwin juga telah melakukan pertemuan dengan Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) di Jakarta pada 21 Oktober 2025. 

Dalam pertemuan itu dibahas penambahan kuota BBM jenis Pertalite, Solar, dan Minyak Tanah, serta persetujuan pembangunan SPBU baru di Kabupaten Muna Barat.

Bupati menyebut distribusi dan pasokan BBM yang terbatas menjadi perhatian serius. "Dengan adanya penambahan kuota dan SPBU baru, kami berharap kebutuhan masyarakat, terutama di sektor pertanian dan nelayan, dapat terpenuhi dengan baik. 

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan inflasi yang sempat meningkat akibat kelangkaan bahan bakar," ujar La Ode Darwin.

Peningkatan kuota BBM juga diharapkan berdampak pada program ketahanan pangan daerah. 

Ketersediaan bahan bakar yang mencukupi akan mendukung operasional alat dan mesin pertanian, sehingga petani tidak lagi kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk kegiatan tanam dan panen. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar