Dilema Hungaria: Hungaria Hadapi Krisis Energi, PLTN Paks Terancam Off-Total Akibat Air Danube Surut

Uwrite.id - Budapest - Hungaria kini menghadapi tekanan besar pada sistem kelistrikannya. Penyebabnya adalah menyusutnya permukaan air Sungai Danube yang berdampak langsung pada operasional infrastruktur energi nasional.
Pemerintah telah mengimbau pengguna industri besar, termasuk produsen mobil dan pabrik baterai, untuk mengurangi konsumsi listrik guna meredakan tekanan pada jaringan. Undang-undang baru juga disetujui agar pengurangan yang semula sukarela dapat diwajibkan bila situasi semakin memburuk. Rencana darurat pun disiapkan, termasuk pembatasan lebih luas untuk melindungi layanan penting seperti rumah sakit.
Kekeringan ini juga membuka persoalan lama pada sistem pengairan Hungaria. Saat ini pemerintah mulai merancang perbaikan menyeluruh pada jaringan irigasi yang sudah menua. Kondisi itu dinilai semakin mengancam produksi pertanian di tengah cuaca ekstrem.
Direktorat Energi Hungaria memastikan satu-satunya PLTN di negara itu, PLTN Paks, akan dimatikan untuk pertama kalinya. Salah satu dari dua reaktor yang masih beroperasi dijadwalkan berhenti pada pukul 01.30 waktu setempat hari Minggu, disusul reaktor terakhir pada hari yang sama. Pernyataan itu disampaikan Perdana Menteri Peter Magyar melalui unggahan di Facebook.
Penghentian PLTN Paks yang sudah berusia 44 tahun dan berlokasi di selatan Budapest ini memangkas lebih dari 40% kapasitas pembangkit nasional. Akibatnya, Hungaria kemungkinan besar harus lebih bergantung pada impor listrik dengan harga mahal.
Magyar sebelumnya memperingatkan bahwa Hungaria berpotensi mengalami krisis energi terburuk dalam beberapa dekade, seiring prediksi gelombang panas baru di Eropa Tengah. Jika permukaan air sungai terus rendah, kapasitas 2.000 MW milik Paks bisa tidak beroperasi selama berminggu-minggu, sehingga memperpanjang beban pada sistem kelistrikan, katanya pada Jumat.
Gangguan ini menegaskan bagaimana kekeringan berkepanjangan dan suhu panas ekstrem makin memengaruhi infrastruktur energi di Eropa. Kelangkaan air, rekor suhu tinggi, dan kebakaran hutan telah membebani sistem kelistrikan serta merusak tanaman di berbagai negara, yang berujung pada kerugian ekonomi semakin besar akibat perubahan iklim.
Dampaknya sudah dirasakan warga. Pada Jumat lalu, beberapa ribu penduduk di Szentendre, kota di utara Budapest di tepi Sungai Danube, sempat kehabisan pasokan air bersih karena lonjakan permintaan. Magyar menyebut pihak militer mengerahkan dua truk air dan membagikan 7.000 kantong air bersih kepada warga. (*)

Tulis Komentar