Setelah Tegal Giliran Pemalang, Kabupaten Lain Antri, KPK OTT Bupati Anom Widiyantoro Diamankan

Uwrite.id - Pemalang - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggelar operasi tangkap tangan. Kali ini sasarannya Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya giat tersebut. "Benar," kata Fitroh saat dihubungi melalui pesan tertulis, Rabu 29 Juli 2026.
Dalam operasi senyap itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menjadi salah satu pihak yang diamankan tim penyidik KPK. Belum ada keterangan resmi mengenai jabatan lain yang turut terjaring.
Fitroh belum merinci lebih jauh kronologi dan lokasi pasti penangkapan. Termasuk barang bukti apa saja yang disita dalam operasi tersebut juga belum diungkap ke publik.
"Selanjutnya para pihak yang terjaring akan dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Fitroh.
Sesuai KUHAP dan UU KPK, lembaga antirasuah memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap. Apakah ditetapkan sebagai tersangka atau dilepas.
Ini bukan kali pertama wilayah Pantura Jateng menjadi sasaran KPK. Sebelumnya pada 12 Oktober 2023, KPK juga melakukan OTT di Kota Tegal. Dalam operasi itu, KPK mengamankan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono bersama 6 orang lainnya. OTT tersebut terkait dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan di lingkungan Pemkot Tegal.
Anom Widiyantoro sendiri menjabat sebagai Bupati Pemalang periode 2021-2026. Ia dikenal sebagai kepala daerah dari jalur non-parpol dan pernah menjabat sebagai Sekda Pemalang sebelum maju pilkada.
Pemalang merupakan salah satu kabupaten di Pantura Jateng dengan APBD 2026 mencapai Rp2,4 triliun. Sektor infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan menjadi pos anggaran terbesar di daerah itu.
Sumber internal KPK menyebut, OTT kali ini diduga berkaitan dengan proyek di lingkungan pemerintah kabupaten. Namun KPK belum bisa memastikan konstruksi perkaranya sebelum pemeriksaan selesai.
Tim penyidik KPK diterjunkan ke Pemalang sejak Selasa malam. Operasi dilakukan secara tertutup untuk menghindari kebocoran informasi dan mengamankan barang bukti.
Jateng Corruption Watch turut merespons. Koordinator JCW, Kahar Muamalsyah menegaskan bahwa Pemalang bukan satu-satunya daerah rawan di Jateng. "Wilayah lain di Jawa Tengah masih banyak yang terindikasi sebagai 'sarang penyamun'. Bukti cukup dan kuat sudah dipegang masyarakat sipil lokal, datanya tinggal dilaporkan ke KPK, untuk lalu (yang bersangkutan) diciduk," katanya.

Di tengah sorotan publik terhadap maraknya dugaan korupsi di daerah, langkah cepat KPK ini pun langsung ditindaklanjuti.Setelah diamankan, para pihak langsung diterbangkan ke Jakarta. Mereka akan diperiksa intensif di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Hingga Rabu sore, KPK masih melakukan gelar perkara. Nama-nama tersangka dan pasal yang disangkakan baru akan diumumkan setelah lewat 24 jam masa penahanan. (*)

Tulis Komentar