Korupsi Proyek Jalan Aralle Mamasa Rugikan Negara Rp 1,4 M

Uwrite.id - Mamasa - Aparat kepolisian saat ini sedang fokus menyelidiki dugaan tindak pidana korupsi pada proyek pengaspalan ruas Jalan Poros Uhailanu-Ralleana di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Proyek yang dimulai sejak 2023 itu memiliki pagu anggaran sekitar Rp 6,3 miliar.
Berdasarkan audit investigasi Inspektorat Mamasa, negara ditaksir rugi Rp 1,4 miliar dari proyek tersebut.
"Kerugian negara menurut hasil investigasi Inspektorat Mamasa sebesar Rp 1,4 miliar," kata Dirkrimsus Polda Sulbar, Kombes Abd Azis kepada insan media pada Senin (29/06).
Proyek ini dikerjakan oleh CV Gio Pratama dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023 yang berada di bawah Dinas PUPR Mamasa. Jalan yang menghubungkan Desa Uhailanu dan Desa Ralleana di Kecamatan Aralle itu kini terbengkalai. Kontraknya bahkan diperpanjang lewat adendum untuk periode 2024-2025, tapi pengerjaannya tetap tidak tuntas.
Azis menyebut kasus ini mulai ditangani setelah kontrak proyek diputus pada April 2026. Sejauh ini polisi sudah memeriksa beberapa saksi dan baru menerima hasil audit dari Inspektorat Mamasa pada Juni 2026.
"Prosesnya sekarang masih tahap penyelidikan," jelasnya.
Ia menambahkan tidak semua anggaran sudah dicairkan. Karena itu kerugian yang tercatat baru Rp 1,4 miliar. Dari laporan yang ada, dana yang sudah keluar sekitar 60 persen, namun volumenya tidak sebanding dengan pekerjaan jalan yang dilakukan.
"Inspektorat kemudian mengevaluasi pekerjaan di lapangan dan mendapati ketidaksesuaian antara volume pekerjaan dengan dana yang sudah cair," ungkapnya.
Pihak Inspektorat, lanjut Azis, masih memberi tenggat waktu 60 hari kepada pihak terkait untuk mengembalikan kerugian negara. Jika sampai Agustus 2026 uang belum dikembalikan, kasus ini akan naik ke tahap penyidikan.
"Pihak yang bertanggung jawab masih diberi kesempatan 2 bulan untuk mengembalikan kerugian negara," ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas PUPR Mamasa Oktovianus Masuang belum memberikan keterangan. Upaya konfirmasi lewat telepon dan pesan singkat ini belum mendapat jawaban. (*)

Tulis Komentar