Koperasi Desa Merah Putih Ditargetkan Beroperasi April 2026, 30 Titik Dibangun di DIY

Uwrite.id - YOGYAKARTA — Pemerintah menargetkan Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi secara nasional pada April 2026. Program penguatan ekonomi berbasis koperasi ini ditandai dengan pembangunan sekitar 30 ribu unit fisik koperasi, gudang, dan gerai di berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XVI HIPMI DIY di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Sabtu (7/2/2026).
Ferry menjelaskan, pembangunan Koperasi Desa Merah Putih melibatkan 12 kementerian dan lembaga. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Koperasi menunjuk PT Agrinas Pangan Nusantara yang kemudian bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk percepatan pembangunan fisik.
“Pembangunan fisik koperasi, gudang, dan gerai saat ini sudah berjalan di sekitar 30 ribu titik di seluruh Indonesia,” kata Ferry.
Ia menambahkan, perkembangan terbaru proyek tersebut disampaikan langsung oleh Presiden RI dalam rapat koordinasi pemerintah, dengan data yang bersumber dari Wakil Panglima TNI.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, Ferry menyebut terdapat 30 titik Koperasi Desa Merah Putih yang sedang dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada April 2026.
Menurut Ferry, Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai pusat distribusi dan ritel modern berbasis desa. Koperasi ini akan menjual kebutuhan pokok dan kebutuhan sehari-hari, termasuk barang bersubsidi, serta dilengkapi dengan gerai obat, klinik, fasilitas pergudangan, dan unit usaha lain sesuai potensi lokal.
“Koperasi ini tidak hanya menjual sembako, tetapi juga mengembangkan usaha sesuai karakter dan potensi desa masing-masing,” ujarnya.
Pemerintah juga membuka peluang bagi anggota HIPMI DIY, pelaku UMKM, serta brand lokal asal Yogyakarta untuk mengisi produk yang dipasarkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Produk yang masuk akan melalui proses kurasi guna memastikan kualitas dan keberlanjutan.
“Kami ingin koperasi menjadi ruang tumbuh bagi produk lokal. UMKM dan brand daerah akan diprioritaskan selama memenuhi standar kualitas,” jelas Ferry.
Selain penguatan produk, Kementerian Koperasi menyiapkan pelatihan bagi pengurus dan pengelola koperasi. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan memastikan koperasi dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Dalam paparannya, Ferry turut menyoroti bonus demografi Indonesia yang didominasi generasi muda. Ia menilai koperasi dapat menjadi salah satu solusi dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
“Dalam beberapa tahun ke depan, mayoritas penduduk Indonesia adalah generasi muda. Koperasi bisa menjadi alternatif cepat untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi nasional,” ujar Ferry.
Ia menegaskan, pemerintah akan terus mendorong transformasi citra koperasi agar lebih modern dan relevan bagi generasi Z dan milenial, termasuk melalui penguatan edukasi koperasi di lingkungan perguruan tinggi.(Any)

Tulis Komentar