Komisioner KPK 2007-2011, M Yasin: Masyarakat Agar Kawal Ketat Proses Hukum terhadap FA, Jangan Lengah

Tokoh | 25 Jul 2026 | 08:23 WIB
Komisioner KPK 2007-2011, M Yasin: Masyarakat Agar Kawal Ketat Proses Hukum terhadap FA, Jangan Lengah
Yasin saat berbicara di kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP menegaskan, kawal sampai tuntas tanpa kompromi, agar kasus ini tidak berujung pada transaksi di bawah meja.

Uwrite.id - Jakarta - Operasi besar-besaran Kortastipidkor Polri dalam mengusut jaringan pencucian uang dari tiga kasus korupsi kakap dengan nilai sitaan spektakuler menyisakan satu benang kusut yang seolah tak kunjung bisa terurai. Ini ujian nyata bagi komitmen hukum di negara RI, karena barang bukti yang diamankan nilainya ditaksir mencapai Rp476 miliar uang tunai ditambah 74 kilogram emas batangan.

Sitaan tersebut merupakan hasil penggeledahan maraton di delapan titik strategis yang digelar beberapa waktu lalu. Titik awal operasi berada di kafe mewah The Clan Signature di Cipete, Jakarta Selatan. Kafe bergaya Prancis itu disebut-sebut berkaitan dengan oknum pejabat tinggi di Korps Adhyaksa.

Dari lokasi tersebut penyidik menemukan uang tunai dalam mata uang asing seperti Dolar AS dan Dolar Singapura. Selain itu juga diamankan puluhan balok emas. Angka yang bikin geleng kepala, total dari satu titik ini saja diperkirakan mencapai sekitar Rp60 miliar dan 74 kg emas.

Pengembangan tidak berhenti di Cipete. Tim kemudian menyasar kantor money changer yang diduga dipakai sebagai pintu masuk untuk menyamarkan uang hasil kejahatan. Penyidikan lalu berlanjut ke rumah mewah di Kluster Mediterranean, Sentul, Bogor. Di sana ditemukan brankas berisi uang tunai miliaran rupiah.

Mantan Komisioner KPK Dr. Muhammad Yasin menjelaskan dalam kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP bahwa aset-aset itu merupakan hasil pelacakan dari tiga perkara besar. Jangan sampai momentum ini disia-siakan, tiga kasus yang dimaksud adalah manipulasi dokumen batubara PLTU dengan kerugian negara Rp5 triliun, korupsi investasi PT Asabri Rp21,7 triliun, serta korupsi di PT Krakatau Steel senilai Rp2 hingga Rp3 triliun.

“Ini adalah untuk pemulihan aset dari kerugian Asabri, berkaitan dengan kasus Asabri juga, di samping dari batu bara tadi, dan juga dari Krakatau Steel. Jadi banyak kasus, muaranya ke oknum Kejaksaan ini. Makanya duitnya banyak,” komentar Yasin.

Temuan ini juga mencuat setelah operasi penggeledahan maraton Kortas Tipikor Polri terhadap dugaan keterlibatan oknum di Kejaksaan Agung. Informasi awal terkait operasi itu sebelumnya disampaikan oleh mantan Ketua KPK Abraham Samad saat memandu diskusi.

Yasin menegaskan, kawal sampai tuntas tanpa kompromi, agar kasus ini tidak berujung pada transaksi di bawah meja. Ia meminta Presiden turun tangan memastikan proses hukum berjalan tanpa perlakuan khusus dan tanpa perlindungan kepada siapa pun.

“Jangan sampai diberikan special treatment. Harus ditangani dan jangan dilindungi siapa pun di negara ini. Presiden harus memberikan nasihat kepada struktur di bawahnya, termasuk Kejaksaan dan Kepolisian,” tegas Yasin menutup penjelasannya. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar