KH. Arif Chowas Ciamis Dukung Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024

Politik | 06 Dec 2023 | 08:48 WIB
KH. Arif Chowas Ciamis Dukung Ganjar-Mahfud pada Pilpres 2024
Pimpinan Ponpes Miftahul Ulum Ciamis, KH. Arif Ismail Chowas menyampaikan dukungan untuk Paslon nomor urut 3 pada Pilpres 2024. Foto/ist

Uwrite.id - Pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Ciamis, KH Arif Ismail Chowas, menyampaikan dukungan kepada pasangan nomor 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD pada Pilpres 2024.

Hal tersebut ia sampaikan saat kegiatan silaturahim perempuan Nahdliyin bersama Siti Atikoh Supariyanti, istri dari Ganjar Pranowo Capres nomor urut 3, di aula Ponpes Miftahul Ulum Bangunsirna Desa Sukamaju Baregbeg Ciamis pada Selasa (5/12/23).

Kiai Arif Chowas mengakui upayanya selama lima bulan untuk mendukung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, termasuk pembuatan buku saku dengan sembilan alasan memilih Ganjar Pranowo sebagai Presiden RI.

"Buku saku ini berisi alasan mengapa kami memilih Pak Ganjar Pranowo - Pak Mahfud MD," jelasnya.

Kesembilan alasan pemilihan Ganjar-Mahfud yang tercatat dalam buku saku tersebut melibatkan faktor-faktor berikut:

1. Menonjol sebagai sahabat rakyat, bersikap merakyat, dan beradab.
2. Mengemban peran sebagai penjaga semangat nasionalisme dan kebhinekaan.
3. Memiliki sosok muslim moderat dengan genealogi NU yang otentik.
4. Berkomitmen pada visi keadilan, pembangunan untuk semua, dan berwawasan luas.
5. Menyediakan jaminan untuk kelanjutan program strategis yang digagas Jokowi.
6. Dipandang sebagai pemimpin yang amanah dan berpengalaman dalam tata kelola pemerintahan.
7. Mengusung kebijakan pro ekonomi kerakyatan dan pro kemaslahatan publik.
8. Memperlihatkan perhatian terhadap generasi muda dan adaptif terhadap tren zaman.
9. Bersikap matang dan santun dalam bermasyarakat politik.

Bahkan selama acara tersebut, KH Arif Chowas menyebut Ganjar Pranowo sebagai Bapak Presiden, Mahfud MD sebagai Bapak Wakil Presiden, dan Siti Atikah istri Ganjar Pranowo dipanggil sebagai Ibu Negara atau Ibu Presiden.

Pada acara tersebut, KH Arif Chowas juga menyampaikan beberapa agenda utama di bidang keagamaan untuk memperkuat keberpihakan terhadap guru ngaji dan guru agama di Indonesia.

"Prioritas pertama adalah mendukung keberpihakan terhadap guru ngaji di Indonesia," ujarnya.

Menurutnya, meskipun UU Pesantren sudah ada, implementasinya masih tertunda, dan KH Arif Chowas melihat ini sebagai tugas besar yang harus dihadapi Ganjar-Mahfud jika terpilih pada Pilpres 2024.

"Kami berharap pemimpin kita, terutama Bapak Presiden (Ganjar Pranowo), dapat segera menerapkan UU Pesantren," tambahnya.

Dia juga menyoroti pentingnya dana beasiswa bagi pesantren, sarana dan prasarana keagamaan, BOP pesantren, serta subsidi untuk guru ngaji dan imam.

"Anggaran dana desa yang sebelumnya besar telah mengalami peningkatan, ketika Pak Ganjar menjadi Presiden, semoga bisa dilipatgandakan lagi" terangnya.

"Namun, hal ini tidak hanya berkaitan dengan pembangunan infrastruktur semata, yang terbatas pada dimensi fisik semata. Lebih dari itu, perlu diperhatikan sarana prasarana keagamaan melalui alokasi dana desa, termasuk untuk mendukung keberlangsungan guru ngaji dan imam," tambahnya.

Sambutan luar biasa untuk Siti Atikoh

Para santriwati menyambut kedatangan Siti Atikoh Supriyanti di Ponpes Miftahul Ulum Ciamis. Foto/ist

Kedatangan Siti Atikoh Supariyanti, istri calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo, disambut dengan antusias luar biasa oleh warga pondok pesantren. Para santri berbaris dengan tertib memberikan sambutan sembari melantunkan sholawat. Siti Atikoh dengan ramah memberikan salam kepada seluruh santri.

Di Ponpes asuhan KH Arif Ismail Chowas ini Siti Atikoh berinteraksi dengan ratusan Muslimat dan Fatayat NU se Kabupaten Ciamis. Dalam sambutannya, ia mengajak para perempuan Muslimat NU untuk terus bersatu memperkuat Indonesia..

Atikoh menekankan keyakinannya bahwa perempuan adalah tiang negara, dan kekuatan perempuan akan menciptakan kekuatan negara.

"Penting bagi perempuan untuk mendidik dan dididik sejak dini, termasuk anak perempuan di sekolah, termasuk pesantren, untuk mencapai tingkat pengetahuan yang tinggi," katanya.

Selain itu, Atikooh juga menyampaikan bahwa memastikan perempuan mendapatkan pendidikan adalah hal krusial, termasuk dukungan untuk lembaga pendidikan formal dan informal keagamaan.

Ia juga menilai perlunya perhatian khusus dan regulasi untuk lembaga pendidikan informal berbasis keagamaan, yang saat ini sering kali diabaikan.

"Pendidikan formal memiliki peraturan yang jelas. Ketika seseorang bekerja di pabrik, ada Upah Minimum Regional (UMR), sementara guru menerima gaji," ujarnya.

"Namun, untuk guru ngaji belum ada regulasi yang mengaturnya. Ini merupakan tantangan bagi kita semua," lanjutnya.

Lebih lanjut, istri dari Capres nomor urut 3 ini juga mengingatkan pentingnya memberikan asupan mental dan rohani anak. Menurutnya, selain memberikan asupan gizi yang cukup, kedua hal ini juga menjadi penting untuk diperhatikan.

"Tidak hanya asupan gizi, tetapi juga asupan mental dan rohani adalah tanggung jawab bersama kita semua," ungkapnya.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar