Ketua Presidium AWG Anshorullah Desak Pemerintah Sikapi Serius Serangan Israel Atas 3 Prajurit TNI yang Wafat di Lebanon

Timur Tengah | 02 Apr 2026 | 00:37 WIB
Ketua Presidium AWG Anshorullah Desak Pemerintah Sikapi Serius Serangan Israel Atas 3 Prajurit TNI yang Wafat di Lebanon
Ketua Presidium Aqsa Working Group (AWG) M. Anshorullah. (*)

Uwrite.id - Jakarta - Aqsa Working Group (AWG) menyampaikan sikap tegas atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam serangan terhadap pasukan perdamaian di Lebanon. Ketua Presidium AWG, Muhammad Anshorullah, menegaskan, insiden tersebut bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan serangan langsung terhadap kedaulatan Indonesia.

Tiga prajurit yang gugur adalah Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon, Kapten Infantri Zulmi Aditya Iskandar, dan Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan. Ketiganya tengah menjalankan tugas sebagai bagian dari misi penjaga perdamaian dunia di bawah naungan pasukan penjaga perdamaian PBB United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Anshorullah menyebut gugurnya tiga prajurit tersebut sebagai kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga dan institusi TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia dan komunitas internasional.

“Pengabdian ketiga almarhum sebagai penjaga perdamaian dunia merupakan bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam mewujudkan ketertiban dunia sebagaimana amanat konstitusi,” tegasnya dalam keterangan di Jakarta, Rabu (01/04).

Dalam pandangan mereka, tragedi tersebut terjadi di tengah instabilitas kawasan Timur Tengah yang terus memanas akibat agresi dan penjajahan Zionis Israel.

Serangan ke Kontingen Indonesia

AWG menilai serangan yang menyasar markas kontingen Indonesia di Adshit al-Qusayr serta konvoi logistik sebagai tindakan sangat serius.

“Serangan yang menyasar markas kontingen Indonesia di Adshit al-Qusayr dan kendaraan konvoi logistik merupakan tindakan yang sangat serius, karena secara langsung menargetkan pasukan penjaga perdamaian yang berada di bawah mandat internasional,” tegasnya.

Organisasi kemanusiaan tersebut juga menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipisahkan dari pola pelanggaran berulang yang dilakukan penjajah Zionis Israel di kawasan konflik.

Tegaskan Serangan terhadap Indonesia

Dalam sikap resminya, AWG menegaskan serangan terhadap pasukan perdamaian Indonesia harus dimaknai sebagai serangan terhadap negara.

“Penyerangan terhadap kontingen Indonesia merupakan penyerangan terhadap negara Republik Indonesia,” tegas Anshorullah.

Karena itu, lanjut dia, AWG mendesak pemerintah tidak berhenti pada kecaman, tetapi mengambil langkah konkret dan terukur demi menjaga kehormatan bangsa.

Desak RI Tarik Diri dari BoP

Salah satu poin paling tegas dalam pernyataan AWG adalah desakan agar Indonesia segera menarik diri dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP).

“Mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk segera dan tanpa kompromi menarik diri dari Board of Peace,” tegas Anshorullah.

Mereka menilai keterlibatan dalam skema tersebut berisiko dan tidak sejalan dengan amanat konstitusi serta komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Dorong Diplomasi Lebih Kuat

AWG juga meminta pemerintah Indonesia meningkatkan peran diplomatik di forum internasional guna menuntut pertanggungjawaban atas serangan tersebut.

“Mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk memainkan peran diplomatik yang jauh lebih kuat dan tegas di forum internasional,” lanjut pernyataan itu.

Menurut Anshorullah, gugurnya tiga prajurit justru harus memperkuat posisi Indonesia dalam misi perdamaian, bukan melemahkannya.

Soroti Pelanggaran Hukum Internasional

AWG menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagai pelanggaran berat hukum humaniter internasional.

“Menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional, melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas Ketua Presidium AWG.

Seruan untuk Dunia dan Umat

Selain mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan investigasi independen, AWG juga menyerukan solidaritas global untuk Palestina.

“Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa dan seluruh lembaga internasional untuk segera mengambil tindakan nyata, independen, dan tidak berpihak,” tegasnya.

Tak hanya itu, mereka juga mengajak umat Islam dan masyarakat internasional untuk terus mengawal isu Palestina serta memperkuat solidaritas global.

“Menyerukan kepada umat Islam dan masyarakat internasional untuk terus mengawal isu Palestina serta memperkuat solidaritas global,” lanjutnya.

Alarm Keras bagi Dunia

Pernyataan Ketua Presidium AWG menutup dengan seruan bahwa pelanggaran yang terus terjadi tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi.

Peristiwa ini dinilai bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga peringatan keras bahwa konflik di Timur Tengah kian mengancam stabilitas global.

“Pelanggaran yang terus menerus dilakukan tidak boleh dibiarkan tanpa konsekuensi, karena hanya akan memperpanjang konflik dan mengancam perdamaian dunia,” pungkasnya.

Seruan “Bergerak Berjamaah Bebaskan Masjid Al-Aqsa dan Palestina” pun menjadi penutup pernyataan tersebut, menegaskan tragedi tersebut telah melampaui batas duka, menjadi panggilan aksi bagi dunia. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar