Ketua KPK Firli Bahuri Tandatangani Perintah Tangkap Harun Masiku

Hukum | 14 Nov 2023 | 16:33 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri Tandatangani Perintah Tangkap Harun Masiku
Foto: Harun Masiku dan Firli Bahuri.

Uwrite.id - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, telah menandatangani surat perintah penangkapan terhadap Harun Masiku, buron dalam kasus dugaan suap anggota DPR pengganti paruh waktu tahun 2014-2019. Pernyataan ini disampaikan oleh Firli sebagai respons mengenai waktu pelaksanaan penangkapan terhadap Harun Masiku.

"Terkait dengan HM kami terus melakukan pencarian, HM sudah dicari sampai ke negara tetangga tapi belum berhasil. Tiga minggu lalu saya tanda tangani surat penangkapan terhadap HM. lalu KPK sudah lakukan kerja sama dengan Amerika, dan kerja sama beberapa tahun lalu hubinter Polri juga sama yang kita bahas terkait pencarian DPO KPK", ungkap Firli seperti dilansir dari Kompascom pada Selasa (14/11/2023).

Firli juga menegaskan bahwa upaya pencarian terhadap Harun Masiku masih berlanjut, KPK mengirimkan tim ke sejumlah negara melalui Kedeputian Bidang Penindakan.

"Kita masih terus melakukan pencarian. Beberapa waktu lalu, Plt. Deputi Penindakan (Asep Guntur Rahayu) berangkat ke negara tetangga, tapi belum berhasil melakukan penangkapan meskipun informasi sudah cukup kuat," tambah Firli.

Diketahui, Harun Masiku adalah tersangka korupsi yang diduga memberikan suap agar dapat ditetapkan sebagai anggota DPR Daerah Pemilihan I Sumatera Selatan, menggantikan Nazarudin Kiemas yang meninggal. Harun diduga melarikan diri ke luar negeri dan masuk dalam daftar pencarian KPK.

Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri, Irjen Krishna Murti, mempertanyakan keberadaan Harun di dalam negeri, merujuk pada data perlintasan Imigrasi tahun 2020. Meskipun data tersebut menunjukkan Harun belum keluar negeri sejak Februari, Plt. Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan bahwa Harun diduga melarikan diri melalui jalur tikus, sehingga tidak terdeteksi dalam data perlintasan Imigrasi.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar