Ketua KPK Firli Bahuri Berpeluang Jadi Tersangka Kasus Pemerasan, Begini Kata Polisi

Hukum | 30 Oct 2023 | 07:52 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri Berpeluang Jadi Tersangka Kasus Pemerasan, Begini Kata Polisi
Ketua KPK, Firli Bahuri

Uwrite.id - Polda Metro Jaya terus gencar melakukan penyelidikan dalam kasus dugaan pemerasan yang melibatkan eks Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), yang diduga melibatkan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hingga saat ini, pihak kepolisian belum bersedia mengungkapkan siapa yang mungkin akan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut, termasuk Ketua KPK, Firli Bahuri, yang sebelumnya disebut-sebut terlibat dalam pemerasan.

"Dalam hal ini, kita tidak boleh berspekulasi terlebih dahulu mengenai potensi Firli Bahuri ditetapkan sebagai tersangka. Proses hukum mengharuskan ada minimal dua alat bukti yang sah," ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Ade Safri Simanjuntak, seperti yang dilaporkan oleh Viva.co.id pada Sabtu, (28/10/23).

Ade menegaskan bahwa seluruh proses penyidikan telah berjalan dengan profesional, dan mereka telah mengirimkan surat supervisi ke KPK sebagai tindakan transparansi dalam penyidikan. Masyarakat diharapkan bersabar dan menunggu proses penyidikan selesai. Ade berjanji bahwa tersangka dalam kasus ini akan diumumkan pada waktunya.

"Hal ini kita tunggu bersama-sama. Kita jamin penyidikan yang kita lakukan berjalan profesional dan transparan," tegasnya.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa sebanyak 55 saksi terkait kasus ini, termasuk SYL, Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, ajudan Ketua KPK, pejabat eselon I Kementerian Pertanian, dan pejabat lainnya.

Dua mantan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang dan M. Jasin, juga diperiksa sebagai saksi ahli. Polisi juga tidak melewatkan pemeriksaan terhadap pegawai KPK, yaitu Direktur Pelayanan, Pelaporan, dan Pengaduan Masyarakat KPK, Tomi Murtomo.

Selain itu, pihak kepolisian telah menghadirkan sejumlah ahli, mulai dari ahli pidana hingga ahli mikro ekspresi, untuk memberikan klarifikasi yang lebih mendalam terkait kasus pemerasan ini. Penyelidikan terus berlanjut dalam upaya mengungkap kebenaran di balik dugaan pemerasan ini.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar