Ketua DPP PDIP Said Abdullah, Bayangkan Ganjar dan Anies Bergabung

Politik | 22 Aug 2023 | 17:05 WIB
Ketua DPP PDIP Said Abdullah, Bayangkan Ganjar dan Anies Bergabung

Uwrite.id - PDIP membayangkan bakal calon presiden (capres) Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo bisa bergabung. Hal ini merespons survei Litbang Kompas pada simulasi dua capres atau head to head.

"Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita kedepan, sama sama masih muda, cerdas, dan enerjik," kata Ketua DPP PDIP Said Abdullah saat dihubungi, Senin, 21 Agustus 2023.

Said mengakui Anies bukan kompetitor yang patut diremehkan. Anies dengan Ganjar dinilai sosok calon pemimpin yang cerdas.

"Keduanya juga sama-sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Universitas Gajah Mada," ujar Said.

Pada hasil survei tersebut elektabilitas Ganjar per Agustus 2023 mencapai 60,1 persen dan Anies 39,9 persen. Sementara itu dalam head to head dengan Prabowo, elektabilitas Ganjar kalah tipis.

Ganjar mendapat 47,1 persen dan Prabowo 52,9 persen. Prabowo tercatat juga unggul dalam head to head dengan Anies, yakni masing-masing 65,2 persen dan 34,8 persen.

Said mengatakan PDIP tidak merasa jumawa atas keunggulan Ganjar atas Anies dalam survei Litbang Kompas pada simulasi tersebut. PDIP bakal mengevaluasi hasil survei serta strategi pemenangan Ganjar ke depan.

"Walaupun unggul dengan Mas Anies, kami tidak merasa jemawa. Apalagi jika Ganjar harus head to head dengan Pak Prabowo masih kalah tipis. Tentu ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki strategi pemenangan buat Ganjar Pranowo," ucap Said.

Survei Litbang Kompas dilakukan pada 27 Juli-7 Agustus 2023 dengan melibatkan 1.364 responden yang dipilih secara acak. Jajak pendapat itu menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi di Indonesia.

Tingkat kepercayaan penggunaan metode itu 95 persen. Lalu, margin of error penelitian kurang lebih 2,65 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana.(Dilangsir dari Medcom.id)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar