Kertas HVS: Ukuran, Fungsi, dan Perbedaan dengan Kertas Lain

Pendidikan | 25 Aug 2025 | 23:48 WIB
Kertas HVS: Ukuran, Fungsi, dan Perbedaan dengan Kertas Lain

Uwrite.id - Dalam dunia tulis-menulis dan percetakan, kita tentu tidak asing lagi dengan yang namanya kertas HVS. Benda ini seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari aktivitas kita sehari-hari, mulai dari urusan sekolah, perkuliahan, hingga pekerjaan di kantor.

Namun, pernahkah Anda bertanya-tanya, apa sebenarnya kepanjangan dari HVS? Mengapa kertas ini begitu populer? Dan apa yang membedakannya dari jenis kertas lain yang juga sering kita temui?

Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk kertas HVS, mulai dari asal-usul namanya yang unik, ragam ukurannya yang sering kita gunakan, fungsinya yang sangat vital, hingga perbedaannya dengan kertas lain seperti Art Paper dan kertas buram. Mari kita selami lebih dalam dunia perkertasan agar Anda tidak salah pilih lagi!

Apa Itu Kertas HVS? Mengungkap Makna di Balik Namanya

Banyak dari kita yang setiap hari menggunakan kertas HVS, namun tidak mengetahui arti dari singkatan HVS itu sendiri. HVS merupakan singkatan yang berasal dari bahasa Belanda, yaitu Houtvrij Schrijfpapier. Jika diartikan secara harfiah, Houtvrij berarti "bebas dari serat kayu", Schrijf berarti "tulis", dan Papier adalah "kertas". Jadi, secara sederhana, HVS adalah kertas tulis yang bebas dari serat kayu. Tentu ini menimbulkan pertanyaan, bukankah kertas terbuat dari bubur kayu?

Istilah "bebas serat kayu" di sini merujuk pada proses produksinya. Kertas HVS dibuat dari pulp atau bubur kertas yang telah melalui proses kimia untuk menghilangkan kandungan lignin. Lignin adalah polimer alami yang terdapat pada dinding sel kayu dan berfungsi untuk memberikan kekuatan dan kekakuan pada pohon.

Namun, dalam pembuatan kertas, keberadaan lignin justru dapat membuat kertas mudah menguning dan rapuh seiring berjalannya waktu, terutama jika terpapar sinar matahari dan udara. Dengan menghilangkan lignin, kertas HVS memiliki daya tahan yang lebih baik, warna yang lebih putih cerah, dan tidak mudah berubah warna.

Inilah yang menjadi ciri khas utama dari kertas HVS, permukaannya yang putih bersih, halus, namun tidak licin atau mengkilap. Tekstur ini membuatnya sangat ideal untuk berbagai keperluan tulis-menulis dan cetak-mencetak. Tinta dari pulpen, spidol, maupun printer dapat menyerap dengan sempurna tanpa meluber, menghasilkan tulisan dan gambar yang tajam serta jelas. Karena kualitas inilah, HVS menjadi standar utama untuk berbagai keperluan dokumen formal dan sehari-hari.

Ragam Ukuran Kertas HVS yang Perlu Anda Ketahui

Salah satu keunggulan kertas HVS adalah ketersediaannya dalam berbagai ukuran yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Setiap ukuran memiliki peruntukan dan fungsinya masing-masing. Memahami perbedaan ukuran ini akan sangat membantu Anda dalam memilih kertas yang tepat untuk setiap pekerjaan, sehingga lebih efisien dan profesional.

Berikut adalah beberapa ukuran kertas HVS yang paling umum dijumpai di Indonesia, beserta dimensinya:

  • A4 (21 x 29,7 cm): Ini adalah ukuran kertas paling populer dan menjadi standar internasional, termasuk di Indonesia. Ukuran A4 merupakan pilihan utama untuk mencetak berbagai dokumen resmi seperti surat, makalah, skripsi, laporan kerja, dan tugas-tugas sekolah. Hampir semua printer dan mesin fotokopi didesain dengan standar ukuran ini, menjadikannya yang paling serbaguna.
  • F4 atau Folio (21,6 x 33 cm): Sedikit lebih panjang dari A4, ukuran F4 atau yang sering disebut Folio ini juga sangat populer di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Ukuran ini sering digunakan untuk mencetak dokumen-dokumen legal seperti akta, sertifikat, ijazah, atau laporan yang memerlukan ruang vertikal lebih banyak. Meskipun populer, ukuran ini tidak termasuk dalam standar seri A (ISO 216).
  • Letter atau Kuarto (Q4) (21,6 x 27,9 cm): Ukuran ini sedikit lebih pendek dan sedikit lebih lebar dari A4. Letter merupakan ukuran standar di Amerika Utara. Di Indonesia, ukuran ini dikenal juga dengan sebutan Kuarto (Q4) dan terkadang masih digunakan untuk beberapa jenis dokumen perkantoran, meskipun popularitasnya sudah tergeser oleh A4 dan F4.
  • A3 (29,7 x 42 cm): Memiliki ukuran dua kali lipat dari kertas A4, kertas HVS A3 biasanya digunakan untuk keperluan yang membutuhkan bidang lebih luas. Contohnya seperti media untuk menggambar teknis, mencetak poster, diagram, flowchart, atau brosur lipat. Printer yang bisa mencetak ukuran A3 biasanya merupakan printer khusus dengan spesifikasi yang lebih tinggi.
  • A5 (14,8 x 21 cm): Ukuran ini adalah setengah dari ukuran A4. Karena bentuknya yang lebih ringkas dan portabel, HVS A5 sering digunakan untuk bahan cetakan seperti buku catatan (notebook), agenda, isi binder, brosur, atau selebaran (flyer).
  • B5 (17,6 x 25 cm): Ukurannya berada di antara A5 dan A4. Kertas HVS ukuran B5 juga populer digunakan sebagai isi binder, buku tulis, jurnal, atau untuk mencetak majalah dan buku menu yang menginginkan ukuran yang tidak terlalu besar namun tetap nyaman dibaca.

Selain ukuran, HVS juga dibedakan berdasarkan berat atau ketebalannya, yang dikenal dengan satuan gram per square meter (gsm). Gramatur yang paling umum adalah 70 gsm dan 80 gsm untuk keperluan cetak dokumen sehari-hari.

Sementara itu, untuk kebutuhan cetak yang lebih premium seperti kop surat atau proposal penting, seringkali digunakan HVS dengan gramatur 100 gsm yang terasa lebih tebal dan kokoh.

Fungsi Serbaguna Kertas HVS dalam Kehidupan Sehari-hari

Kertas HVS memegang peranan penting dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga pemerintahan. Karakteristiknya yang mudah menyerap tinta, tidak mudah tembus pandang (untuk gramatur standar), dan harganya yang relatif terjangkau menjadikannya pilihan utama untuk berbagai macam kebutuhan. Fleksibilitasnya inilah yang membuatnya dijuluki sebagai kertas multifungsi.

Di lingkungan perkantoran, HVS adalah tulang punggung segala aktivitas administrasi. Mulai dari mencetak surat-menyurat internal dan eksternal, laporan bulanan, proposal proyek, hingga sekadar untuk fotokopi dokumen. Gramatur 70 atau 80 gsm sudah lebih dari cukup untuk menangani semua tugas ini.

Kertas HVS memastikan setiap dokumen tercetak dengan rapi, profesional, dan mudah untuk diarsipkan. Selain itu, HVS juga menjadi media utama untuk mencatat ide-ide saat rapat atau sebagai kertas buram untuk perhitungan sementara.

Dalam dunia pendidikan, peran HVS tidak kalah vitalnya. Para siswa dan mahasiswa menggunakannya untuk mencetak tugas, makalah, laporan praktikum, hingga skripsi. Para guru dan dosen menggunakannya untuk materi ajar, soal ujian, dan berbagai keperluan administrasi akademik lainnya.

Kualitas cetak yang baik pada kertas HVS memastikan materi pembelajaran dapat dibaca dengan jelas, sementara kemampuannya untuk ditulis tangan dengan nyaman menjadikannya media yang sempurna untuk mengerjakan tugas dan ujian.

Perbedaan Kertas HVS dengan Jenis Kertas Lainnya

Untuk memahami keunikan kertas HVS, penting untuk membandingkannya dengan jenis kertas lain yang juga sering digunakan dalam dunia percetakan. Dua jenis kertas yang sering menjadi pembanding adalah Art Paper dan kertas buram.

Kertas HVS vs. Art Paper

Perbedaan paling mencolok antara HVS dan Art Paper terletak pada permukaan dan fungsinya.

Permukaan: Kertas HVS memiliki permukaan yang uncoated (tidak dilapisi), sehingga terasa sedikit kasar dan memiliki daya serap tinta yang tinggi. Sebaliknya, Art Paper memiliki permukaan yang coated (dilapisi) sehingga terasa licin, halus, dan mengkilap (glossy). Lapisan ini membuat tinta tidak meresap ke dalam serat kertas, melainkan kering di atas permukaannya.

Fungsi: Karena daya serapnya yang tinggi, HVS sangat ideal untuk dokumen berbasis teks dan tulisan tangan. Sedangkan Art Paper, dengan permukaannya yang licin, dirancang khusus untuk mencetak gambar atau foto dengan resolusi tinggi. Warna yang dihasilkan di atas Art Paper akan terlihat lebih hidup, tajam, dan cerah. Oleh karena itu, Art Paper sering digunakan untuk mencetak majalah, brosur, katalog produk, poster, dan kalender.

Harga: Kertas Art Paper umumnya memiliki harga yang lebih mahal dibandingkan HVS pada gramatur yang sama karena proses pelapisan tambahan dalam produksinya.

Kertas HVS vs. Kertas Buram

Kertas buram, atau sering juga disebut kertas koran, merupakan kebalikan dari HVS dalam hal kualitas.

Bahan Baku dan Warna: Kertas buram biasanya dibuat dari hasil daur ulang kertas bekas, tanpa melalui proses pemutihan yang intensif seperti HVS. Akibatnya, warnanya cenderung kusam, keabu-abuan atau kecoklatan, dan tidak secerah HVS.

Tekstur dan Ketebalan: Permukaan kertas buram terasa lebih kasar dan seratnya lebih terlihat. Kertas ini juga cenderung lebih tipis dan lebih rapuh dibandingkan HVS.

Fungsi dan Harga: Karena kualitasnya yang lebih rendah, kertas buram digunakan untuk keperluan cetak yang tidak memerlukan daya tahan lama dan penampilan prima, seperti untuk kertas corat-coret, lembar hitungan saat ujian, atau untuk cetakan surat kabar yang memiliki siklus hidup sangat pendek. Keunggulan utamanya adalah harganya yang sangat murah.

Dengan memahami perbedaan-perbedaan ini, Anda dapat lebih bijak dalam memilih jenis kertas yang paling sesuai dengan kebutuhan, baik dari segi fungsi, estetika, maupun anggaran.

Sumber: https://percetakan.co.id/jenis-ukuran-dan-ketebalan-kertas-hvs/

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar