Keren! Foton Indonesia Bidik Kebutuhan Dunia Usaha

Uwrite.id - JAKARTA – Foton Indonesia terus memperkuat langkahnya di pasar kendaraan komersial listrik Indonesia. Setelah memperluas kehadiran di Jakarta, Surabaya, dan Bali, tahun ini Foton menargetkan ekspansi jaringan ke Batam serta Medan sebagai bagian dari strategi memperluas akses terhadap kendaraan listrik sekaligus layanan purnajual bagi pelaku usaha.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Foton Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada penjualan kendaraan, tetapi membangun ekosistem kendaraan komersial listrik yang dapat mendukung kebutuhan bisnis dari hulu hingga hilir.
Foton Indonesia saat ini menghadirkan sejumlah kendaraan komersial listrik untuk berbagai kebutuhan operasional, mulai dari kendaraan niaga ringan hingga truk dengan kapasitas lebih besar. Portofolio tersebut antara lain eTRUCKMATE, eMILER, eAUMARK, serta eVIEW.
“Foton bukan sekadar menjual mobil. Yang kami siapkan adalah ekosistem. Mulai dari produk, layanan purnajual, charging, sampai solusi kendaraan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing bisnis,” ujar perwakilan Foton Indonesia.
Perluas Jaringan dan Layanan Purnajual
Untuk mendukung pertumbuhan kendaraan listrik komersial, Foton Indonesia terus memperkuat jaringan layanan. Saat ini perusahaan telah memiliki 59 titik jaringan servis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Foton juga menawarkan dukungan purnajual melalui program Total Care, termasuk perawatan berkala, perbaikan, layanan service car, serta pelatihan bagi mekanik, pelanggan, dan pengemudi kendaraan listrik.
Dari sisi jaminan kendaraan, Foton memberikan garansi kendaraan hingga 100.000 kilometer, sementara baterai mendapatkan garansi hingga delapan tahun, sesuai ketentuan masing-masing produk.
CKD dan Kendaraan yang Bisa Disesuaikan
Penguatan ekosistem Foton di Indonesia juga dilakukan melalui skema Completely Knocked Down (CKD). Sejumlah kendaraan Foton telah dirakit di Indonesia, termasuk eTRUCKMATE, eMiler dan eAUMARK.
Pendekatan CKD tersebut memberikan ruang bagi Foton untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar Indonesia, termasuk melalui penggunaan sasis yang dapat dikembangkan sesuai kebutuhan bisnis.
Untuk kendaraan tertentu, Foton bahkan menawarkan pilihan sasis sehingga konsumen dapat menentukan konfigurasi atau karoseri sesuai kebutuhan operasional. Konsep ini memungkinkan satu platform kendaraan digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari distribusi barang hingga aplikasi khusus seperti medium bus, compactor, micro bus / angkot, ambulance, Box pendingin
“Karena kebutuhan setiap bisnis berbeda, kami tidak ingin pendekatannya hanya satu produk untuk semua. Sasis dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional, termasuk melalui kolaborasi dengan karoseri lokal,” jelasnya.
Foton sendiri telah mengembangkan kolaborasi dengan karoseri Indonesia untuk memastikan kendaraan komersial yang dipasarkan dapat mengakomodasi kebutuhan operasional di lapangan.
Dari Logistik hingga Ambulans
Pengembangan ekosistem tersebut juga terlihat dari semakin beragamnya aplikasi kendaraan listrik Foton. Selain kebutuhan distribusi dan logistik, kendaraan Foton dikembangkan untuk berbagai kebutuhan khusus.
Sementara itu, Foton juga tengah mengembangkan kendaraan dengan kapasitas sekitar 14 ton sebagai bagian dari rencana memperluas pilihan kendaraan komersial listrik ke segmen yang lebih berat.
Masing-masing model memiliki spesifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan market / konsumen , terutama terkait kapasitas angkut, jarak tempuh, waktu operasional, charging, serta kebutuhan karoseri.
“Truk listrik masih memiliki tantangan. Karena itu, yang kami lakukan bukan hanya menghadirkan produknya, tetapi juga menyiapkan seluruh pendukungnya agar kendaraan tersebut benar-benar bisa digunakan untuk kebutuhan bisnis,” ujarnya.
Telah Dipercaya Sejumlah Perusahaan
Pengembangan kendaraan komersial listrik Foton juga mulai mendapatkan respons dari berbagai perusahaan dan institusi di Indonesia. B2B (BUMN, Korporasi dan swasta) maupun B2G.
Sejumlah perusahaan yang telah menggunakan atau menjalin kerja sama dengan Foton antara lain Dinas Lingkungan Hidup (DLH DKI) , Pos Indonesia, Indomaret, Roti O, Garuda Food, Kalista, dan BNI Life.
Salah satu implementasi yang telah dilakukan adalah penyerahan 20 unit eTRUCKMATE kepada Pos Indonesia untuk mendukung operasional distribusi.
Penggunaan oleh perusahaan dari berbagai sektor tersebut menunjukkan bahwa kendaraan komersial listrik mulai dipertimbangkan tidak hanya untuk kebutuhan logistik, tetapi juga distribusi ritel, layanan korporasi, hingga operasional dengan kebutuhan khusus.
Penjualan Terus Bertumbuh
Dari sisi pasar, Foton Indonesia mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik komersial sepanjang 2026. Hingga Agustus, penjualan telah mencapai sekitar 300 unit, dan perusahaan menargetkan total sekitar 500 unit hingga akhir tahun.
Pertumbuhan tersebut turut didorong oleh meningkatnya pilihan produk serta perluasan jaringan Foton di sejumlah kota besar.
Foton juga memastikan akan terus memperbarui portofolio produknya. Produk baru dijadwalkan hadir pada tahun depan, melanjutkan pengembangan lini kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan bisnis yang semakin beragam.
Selain kendaraan, Foton juga menyiapkan paket bundling kendaraan dengan charger untuk memberikan solusi yang lebih terintegrasi bagi konsumen.
Dengan pendekatan tersebut, Foton Indonesia menempatkan elektrifikasi kendaraan komersial bukan semata sebagai perpindahan teknologi dari mesin pembakaran internal ke motor listrik, tetapi sebagai bagian dari transformasi ekosistem transportasi bisnis.
“Tujuan kami bukan hanya menjual kendaraan listrik. Kami ingin memastikan pelanggan dapat meningkatkan efisiensi bagi operasional bisnis konsumen dan kendaraan tersebut benar-benar dapat mendukung produktivitas bisnis mereka,” tutupnya.

Tulis Komentar