Kapolri Jenderal Listyo Sigit Jadi Teladan Reformasi, Demokratis dan Independen

Politik | 17 Sep 2025 | 20:24 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Jadi Teladan Reformasi, Demokratis dan Independen

Uwrite.id - R. Haidar Alwi, pendiri Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute, menilai sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menyikapi agenda reformasi kepolisian adalah teladan yang patut dicontoh oleh seluruh jajaran Polri di Indonesia. Pada Rabu, 17 September 2025, usai menghadiri agenda di Istana Negara, Jakarta, Kapolri menegaskan bahwa Polri siap melaksanakan kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait reformasi. Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa Polri berada di jalur yang tepat: terbuka pada evaluasi publik, loyal kepada Presiden, dan tetap menjaga independensi sebagai institusi hukum.

Loyalitas Kapolri dan Arah Reformasi.

Haidar Alwi menegaskan, sikap Kapolri yang menyatakan kesiapan melaksanakan kebijakan Presiden adalah cerminan kepemimpinan yang dewasa. “Reformasi Polri bukan soal pergantian orang, melainkan pembenahan sistem, kultur, dan prosedur. Kapolri Jenderal Sigit telah menempatkan diri di jalur yang benar, loyal pada Presiden tanpa kehilangan independensi sebagai penegak hukum,” kata Haidar Alwi.

Dengan sikap itu, Kapolri juga berhasil menutup ruang spekulasi politik yang tidak berdasar. Fokus utama diarahkan pada agenda konstitusional yang lebih besar: menjadikan Polri institusi modern, transparan, dan dipercaya rakyat.

Menjaga Hak Demokrasi dan Ketertiban.

Dalam merespons kritik mengenai penanganan aksi demonstrasi, Kapolri menjelaskan bahwa Polri berpegang pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Haidar Alwi menilai pernyataan tersebut menegaskan komitmen Polri menjaga keseimbangan antara hak demokrasi warga negara dengan kewajiban negara menegakkan ketertiban.

“Bagi jajaran Polri, ini pelajaran penting: keberanian menahan diri sama berharganya dengan keberanian bertindak. Polisi yang profesional bukan diukur dari keras atau lunaknya tindakan, melainkan dari kepatuhan pada hukum dan proporsionalitas,” tegas Haidar Alwi.

Haidar Alwi mengingatkan, unjuk rasa adalah hak rakyat yang harus difasilitasi. Namun, bila aksi berubah menjadi kerusuhan, Polri punya kewenangan menegakkan hukum pidana sesuai protap. Inilah keseimbangan yang harus dijaga di setiap daerah, dari polda hingga polsek.

Budaya Baru dan Harapan Publik.

Kapolri juga menekankan pentingnya perbaikan kultural, termasuk penerapan sistem reward, punishment. Haidar Alwi menilai langkah ini sangat strategis. “Polisi yang berprestasi harus diberi ruang berkembang, sementara yang melanggar harus dihukum tegas. Hanya dengan cara ini kepercayaan publik bisa pulih, dan citra Polri bisa direstorasi secara nyata. Saya menilai sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini adalah contoh nyata bagaimana seorang pemimpin mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan hukum dengan wajah humanis. Karena itu, saya tegaskan: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah Kapolri terbaik sepanjang masa versi Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute,” pungkas Haidar Alwi.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar