Ka Balai TN Bali Barat drh Agus NK M.Si : Kelestarian Burung Jalak Bali Upaya Bersama TN Bali Barat dan Pokmas Lokal

Lingkungan Hidup | 16 May 2024 | 14:56 WIB
Ka Balai TN Bali Barat drh Agus NK M.Si : Kelestarian Burung Jalak Bali Upaya Bersama TN Bali Barat dan Pokmas Lokal
Drh Agus percaya bahwa dengan terus memperkuat sinergi antar berbagai pihak, Indonesia bisa menjadi contoh dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

Uwrite.id - Taman Nasional Bali Barat (TNBW) terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga keanekaragaman hayati, salah satunya melalui penangkaran burung Jalak Bali. drh Agus Ngurah Krisna M.Si, Kepala Balai TNBW, menyatakan bahwa usaha ini merupakan bagian dari komitmen bersama dengan kelompok masyarakat (Pokmas) lokal.

Burung Jalak Bali, atau Leucopsar rothschildi, adalah spesies endemik yang berada dalam status kritis. Penangkaran burung ini di Taman Nasional Bali Barat bertujuan untuk melestarikan spesies yang hampir punah serta menjaga keseimbangan ekosistem.

Menurut drh Agus, ketika ditemui Uwrite.id di sela-sela Talkshow Hari Kedua Pekan Keanekaragaman Hayati, yang dihelat di Auditorium Sudjarwo Manggala Wanabhakti, Jakarta; tanpa upaya konservasi secara serius, burung ini bisa benar-benar hilang dari habitat alaminya.

Penangkaran dan Partisipasi Lokal

Penangkaran burung Jalak Bali bukanlah tugas yang sederhana. Diperlukan kerjasama lintas sektor dan melibatkan Pokmas lokal untuk keberhasilan jangka panjang. drh Agus menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar dalam setiap tahap penangkaran tersebut. "Kami menyadari bahwa usaha konservasi tidak bisa berjalan sendiri. Pokmas lokal memiliki peran penting dalam menjaga habitat dan turut serta dalam kegiatan penangkaran," ujarnya.

Pokmas lokal telah dilibatkan dalam berbagai kegiatan, dari penyediaan pakan alami hingga pengawasan lingkungan habitat burung Jalak Bali. Dengan sistem ini, diharapkan masyarakat setempat memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap kelestarian burung Jalak Bali.

Keanekaragaman Species sebagai Kunci Kehidupan

Lebih lanjut, drh Agus menekankan bahwa keanekaragaman spesies adalah kunci utama dalam menjaga hijaunya kehidupan di bumi. "Setiap spesies memiliki peran ekosistem yang unik. Kehilangan satu spesies bisa berdampak buruk pada rantai ekologi lainnya," ulasnya.

Dengan menjaga kelestarian burung Jalak Bali, kita tidak hanya menyelamatkan satu spesies, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekosistem secara keseluruhan.

Upaya pelestarian ini juga memberikan dampak positif pada sektor pariwisata dan pendidikan. Wisatawan yang datang dapat belajar mengenai pentingnya konservasi dan melihat langsung proses penangkaran burung Jalak Bali. 

Sementara itu, generasi muda dapat lebih memahami pentingnya menjaga keanekaragaman hayati melalui program pendidikan yang terintegrasi.

Masa Depan Kelestarian

Melalui kombinasi program penangkaran, pendidikan, dan partisipasi Pokmas lokal, harapan akan kelestarian burung Jalak Bali semakin nyata.

drh Agus percaya bahwa dengan terus memperkuat sinergi antar berbagai pihak, Indonesia bisa menjadi contoh dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati.

"Ini bukan hanya tentang melindungi burung Jalak Bali, tapi juga tentang memberi pesan kuat bahwa keanekaragaman hayati adalah warisan yang harus kita jaga bersama," imbuhnya..

"Pada akhirnya, perjuangan untuk penangkaran dan pelestarian burung Jalak Bali adalah cerminan dari komitmen kita semua dalam menjaga keseimbangan alam," sitir drh Agus lagi.

Selain sebagai langkah praktis untuk melestarikan spesies endemik, ini juga menjadi pembelajaran bagi kita semua tentang pentingnya kerjasama dan tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi, pungkasnya. (*)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar