Jenazah di Pulau Enggano Terkonfirmasi ABK Arupadhatu 1 - Sempat Dimakamkan Warga Sebelum Tes DNA

Uwrite.id - Carita - Identitas mayat pria yang ditemukan terdampar di Pulau Enggano, Bengkulu Utara, akhirnya terungkap. Polda Banten memastikan jasad tersebut adalah Surakman alias Sukarman (60), anak buah kapal (ABK) speedboat Arupadhatu 1 yang hilang di Selat Sunda. Konfirmasi ini didapat melalui uji genetik setelah sebelumnya korban dimakamkan sebagai orang tak dikenal oleh warga setempat.
Kronologi Singkat
1. Misi peliputan ke Anak Krakatau.
Speedboat Arupadhatu 1 hilang kontak pada Senin, 7 September 2026 dalam perjalanan menuju Gunung Anak Krakatau. Di atas kapal ada 8 orang: 3 kru dan 5 jurnalis. Lima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA Banten, Ari Basuki dari merdeka[dot]com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni jurnalis lepas. Tiga krunya adalah Warta selaku kapten, Surakman, dan Heriyanto sebagai pemandu.
2. Ditemukan di Enggano.
Jasad pria itu ditemukan tim SAR dan warga di Pantai Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu, 12 September 2026, atau lima hari setelah kapal dilaporkan hilang. Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menyebut, korban ditemukan dengan ciri usia sekitar 50 tahun, tinggi 163 cm, dan hanya memakai celana pendek selancar.
3. Dikubur sebagai Mr. X.
Karena lokasi yang terpencil dan tidak ada yang mengenali, Forkopimcam Enggano kemudian memakamkan jenazah tersebut sesuai prosedur untuk jasad tanpa identitas. Saat itu belum ada yang menghubungkannya dengan kecelakaan Arupadhatu 1.
4. Dibongkar untuk tes DNA.
Setelah ada koordinasi antar Polda, makam dibongkar kembali. Tim DVI dan Pusdokkes Polri mengambil sampel gigi dan jaringan untuk dicocokkan dengan data keluarga di Banten. Hasilnya dinyatakan identik dengan Sukarman.
5. Pelaut berpengalaman.
Korban dikenal sebagai pelaut senior asal Carita, Pandeglang, yang sudah melaut sejak kecil dan sangat hafal jalur Selat Sunda, terutama rute menuju Anak Krakatau dan Ujung Kulon.
Per Rabu, 23 September 2026, jenazah masih berada di Bengkulu dan rencananya akan dibawa ke Banten oleh Polairud untuk diserahkan ke keluarga.
Dengan teridentifikasinya Sukarman, satu dari delapan korban Arupadhatu 1 telah ditemukan. Tujuh orang lainnya, termasuk lima jurnalis, masih dalam pencarian tim SAR gabungan. (*)

Tulis Komentar