Jelang Laga Kedua di Piala Dunia U-17, Pelatih Timnas U-17 Indonesia Puji Organisasi Permainan Panama U-17

Sepak bola | 12 Nov 2023 | 23:43 WIB
Jelang Laga Kedua di Piala Dunia U-17, Pelatih Timnas U-17 Indonesia Puji Organisasi Permainan Panama U-17
Bima Sakti memuji organisasi permainan Panama U-17 jelang laga kedua Timnas U-17 Indonesia di Grup A Piala Dunia U-17 2023. ( Foto : pssi.org )

Uwrite.id - Timnas U-17 Indonesia akan melawan Panama U-17 dalam laga kedua Grup A Piala Dunia U-17 2023. Bima Sakti secara terbuka memuji organisasi permainan yang dimiliki oleh Panama U-17.

Garuda Muda, julukan dari Timnas U-17 Indonesia, akan menjamu Panama U-17 dalam laga kedua Grup A Piala Dunia U-17 2023. Laga ini akan digelar di di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin, 13 November 2023. 

Pada laga perdana lalu, Garuda Muda menahan imbang Ekuador U-17 dengan skor 1-1. Sementara itu, Panama U-17 kalah 0-2 dari Maroko U-17 di laga perdana lalu.

Laga melawan Ekuador U-17 berjalan tak mudah bagi Indonesia U-17. Gol perdana Timnas U-17 Indonesia dicetak oleh Arkhan Kaka pada menit ke-22. Sementara itu, gol Ekuador U-17 dicetak oleh Obando pada menit ke-26.

Pelatih kepala Timnas U-17 Indonesia, Bima Sakti, membuka persiapan anak asuhnya menjelang laga melawan Panama U-17. Secara terbuka, Bima Sakti memuji organisasi permainan dari Panama U-17.

“Kami sudah menemukan videonya, dan juga sudah kami informasikan ke pemain bagaimana kekuatan dan kekurangan mereka. Kami menanyakan ke pemain dan harus satu persepsi. Mereka punya kualitas individu yang baik, organisasi juga lumayan. Semoga pemain bisa menerapkan sesuai game plan,” kata Bima Sakti, dikutip dari laman resmi PSSI.

Usai laga perdana, Bima Sakti membuka opsi melakukan rotasi untuk laga melawan Panama U-17 nanti. Secara terbuka pula, Bima Sakti optimis Timnas U-17 Indonesia bisa menang atas Panama U-17. Namun, mantan pemain Timnas Indonesia ini menegaskan anak asuhnya tak boleh meremehkan Panama U-17 meski unggul diatas kertas.

“Kemungkinan rotasi tapi tidak banyak. Mungkin ada berapa posisi yang kami harus ubah. Kami lihat besok. Dari hasil di atas kertas, harusnya bisa (menang atas Panama). Tapi sepak bola tidak seperti matematika. Yang paling penting, fokus setiap pertandingan,” tambah Bima Sakti.

Usai hasil imbang 1-1 melawan Ekuador U-17, Garuda Muda berpeluang maju ke babak 16 besar Piala Dunia 2023. Jika gagal menjadi juara atau runner-up Grup A, Timnas U-17 bisa merebut posisi ketiga terbaik.

Untuk sementara itu, Garuda Muda berada di posisi ketiga klasemen Grup A, dibawah Maroko U-17 yang berada di puncak klasemen sementara dengan 3 poin. Indonesia U-17 dan Ekuador U-17 sama-sama mengumpulkan satu poin.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, Timnas Indonesia baru berlaga 3 kali. Satu dalam ajang Piala Dunia 1938 sebagai Hindia Belanda. Kala itu, Timnas Indonesia kalah 0-6 dari Hungaria.

Dua even lain, terjadi pada Piala Dunia U-20 1979 dan Piala Dunia U-17 2023. Kala itu, dalam 3 laga di babak grup, Timnas U-20 Indonesia menelan 3 kekalahan beruntun dengan gagal mencetak satu gol pun.

Torehan imbang 1-1 saat melawan Ekuador U-17, menjadi torehan poin perdana Timnas U-17 Indonesia di ajang Piala Dunia U-17. Arkhan Kaka menjadi orang Indonesia pertama yang mencetak gol di ajang Piala Dunia U-17 2023.***

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar