Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Masyarakat Bijak Sikapi Informasi Terkait Kasus Hukum

Peristiwa | 10 Jul 2026 | 13:55 WIB
Jampidsus Febrie Adriansyah Minta Masyarakat Bijak Sikapi Informasi Terkait Kasus Hukum
Pada akhirnya, Kejaksaan tetap berkomitmen menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, independen, dan bertanggung jawab.

Uwrite.id - Jakarta - Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Febrie Adriansyah, akhirnya angkat bicara di tengah sorotan publik terhadap sejumlah kasus besar yang ditangani kejaksaan. Pernyataan itu disampaikan langsung dalam konferensi pers di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat 10 Juli.

Febrie menyadari bahwa setiap langkah dalam proses penegakan hukum, terutama yang menyangkut tindak pidana khusus, selalu menarik perhatian luas. Dinamika di lapangan kerap memicu beragam tafsir, spekulasi, bahkan narasi yang belum tentu sesuai fakta.

Karena itu ia mengajak masyarakat untuk lebih bijaksana dalam menerima dan menyebarkan informasi. "Kami memahami bahwa setiap dinamika dalam proses penegakan hukum dapat menimbulkan perhatian publik. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi setiap informasi secara bijaksana berdasarkan fakta yang utuh agar mendapatkan pemahaman yang benar," ujarnya.

Ajakan itu muncul di tengah derasnya arus informasi di media sosial. Febrie menekankan, di era digital saat ini satu potongan informasi bisa berkembang cepat tanpa konteks. Jika tidak disikapi hati-hati, hal itu justru bisa mengganggu jalannya proses hukum dan menimbulkan kegaduhan.

Di saat yang sama, Febrie memastikan bahwa kinerja institusi yang dipimpinnya tidak berhenti. Seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, hingga eksekusi barang bukti tetap berjalan sesuai jadwal.

Ia juga memantau langsung agar standar operasional prosedur di lapangan tetap diterapkan. Menurutnya, kecepatan tidak boleh mengorbankan kualitas. Setiap berkas, barang bukti, dan prosedur harus memenuhi ketentuan agar kuat secara hukum.

"Pada akhirnya, Kejaksaan tetap berkomitmen menjalankan tugas dan kewenangannya secara profesional, independen, dan bertanggung jawab," tegas Febrie. Komitmen itu menjadi pegangan utama agar penegakan hukum tidak dipengaruhi tekanan eksternal.

Selain menjalankan tugas teknis, Kejaksaan juga mengharapkan dukungan publik. Febrie mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga iklim penegakan hukum yang sehat. Iklim yang sehat berarti publik memberi kepercayaan, tetapi tetap kritis berdasarkan data.

Ia menambahkan, penting untuk memberi ruang bagi setiap proses hukum berjalan sesuai mekanisme yang sudah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Intervensi berupa opini yang mendahului putusan justru bisa mempersempit ruang kerja aparat penegak hukum.

Sebagai lembaga yang menangani tindak pidana khusus, Kejaksaan Agung memiliki peran besar dalam pemberantasan korupsi, pencucian uang, dan kejahatan ekonomi lainnya. Karena dampaknya langsung ke keuangan negara, akuntabilitas dan kehati-hatian menjadi prinsip utama.

Febrie berharap transparansi yang dilakukan Kejaksaan bisa menjawab kebutuhan informasi publik tanpa menimbulkan praduga. Masyarakat berhak tahu perkembangan kasus, namun penyampaian informasi juga harus menunggu tahapan yang tepat agar tidak mengganggu proses.

Di akhir pernyataannya, Febrie menutup dengan pesan penting. Penegakan hukum yang kuat tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kerja sama antara aparat, media, dan masyarakat untuk memastikan keadilan ditegakkan dengan cara yang benar, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.(*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar