Isu Pergantian Jaksa Agung, Kuntadi, Tjokorda dan Reda Manthovani Masuk Radar Netizen

Uwrite.id - Jakarta - Tiga nama jaksa senior mendadak ramai diperbincangkan netizen. Isu kemungkinan pergantian Jaksa Agung ST Burhanuddin membuat jagat media sosial mulai "menjagokan" siapa yang paling pantas duduk di kursi Adhyaksa I.
Perbincangan itu salah satunya dipicu unggahan akun Instagram @desun_lkpm. Dalam postingannya, akun tersebut mengulas tiga figur yang dinilai punya rekam jejak panjang di Kejaksaan Agung.
Tiga nama itu adalah Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha, Kuntadi, dan Reda Manthovani.
Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha bukan nama baru. Ia pernah menjabat Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara atau Jamdatun. Selama berkarier, Tjokorda dikenal sebagai "jaganya" negara di ranah perdata. Tugasnya mulai dari mendampingi pemerintah dalam sengketa hukum sampai menyelamatkan aset negara.
Nama kedua, Kuntadi. Saat ini ia menjabat Kepala Badan Pemulihan Aset Kejagung. Jabatan itu bukan sembarangan. Sebelumnya Kuntadi juga pernah jadi Direktur Penyidikan di Jampidsus. Namanya mencuat karena menangani sejumlah perkara korupsi besar.
Terakhir ada Reda Manthovani. Ia kini duduk sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen atau Jamintel. Perannya strategis. Mengoordinasikan fungsi intelijen penegakan hukum, deteksi dini gangguan, sampai berkoordinasi dengan lembaga lain.
Ketiga nama ini yang kemudian ramai dibahas warganet. Ada yang menilai butuh figur tegas dari Jampidsus. Ada juga yang bilang Jamintel lebih cocok karena situasi politik hukum saat ini.
Tapi sampai sekarang, semua itu masih sebatas "riuh" di media sosial. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah soal rencana pergantian Jaksa Agung.
Padahal pengangkatan dan pemberhentian Jaksa Agung adalah hak prerogatif Presiden. Aturannya jelas, ada di UU Kejaksaan.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah belum menyampaikan informasi resmi. Baik soal adanya pergantian maupun nama yang dipertimbangkan.
Kejagung sendiri sebelumnya sudah angkat bicara. Mereka menyebut semua nama yang beredar di publik masih sebatas isu dan spekulasi.
Artinya, tiga nama yang kini viral itu belum tentu benar-benar masuk dalam pertimbangan. Bisa jadi hanya "ramalan" netizen.
Namun di dunia politik hukum, spekulasi kecil sering jadi sinyal besar. Apalagi kursi Jaksa Agung adalah salah satu kursi paling panas di Kabinet.
ST Burhanuddin sendiri masih menjabat. Belum ada tanda-tanda resmi ia akan diganti dalam waktu dekat.
Yang jelas, publik kini menunggu. Apakah Presiden akan memilih dari internal Adhyaksa, atau justru menunjuk nama kejutan.
Satu hal pasti, siapapun yang terpilih nanti, tantangannya tidak ringan. Mulai dari pemberantasan korupsi, pemulihan aset negara, sampai menjaga marwah institusi.
Untuk sekarang, kita tunggu saja. Karena di negeri ini, pengumuman resmi biasanya datang setelah semua nama sudah digoreng duluan di media sosial. (*)

Tulis Komentar