Ironi Relawan Penanggulangan Bencana di Wonogiri: Berjuang Tanpa Perlengkapan dan Dukungan Memadai

Peristiwa | 16 Feb 2025 | 02:43 WIB
Ironi Relawan Penanggulangan Bencana di Wonogiri: Berjuang Tanpa Perlengkapan dan Dukungan Memadai
Relawan Prabu mencari mulut luweng di Dusun Joho Kidul, Desa Joho, Kecamatan Pracimantoro, Wonogiri.

Uwrite.id - Sebuah video yang beredar di grup Facebook Kabar Warga Pracimantoro (KWP) mengundang perhatian publik. Video tersebut menampilkan relawan dari kelompok Prabu (Pracimantoro Bersatu) yang sedang mengeruk sedimentasi di luweng (gua bawah tanah) yang selama ini menjadi penyebab banjir di beberapa wilayah Pracimantoro. Namun, yang menjadi sorotan adalah kondisi para relawan yang bekerja tanpa alat pengaman memadai, memicu kekhawatiran akan keselamatan mereka.

Dalam video tersebut, terlihat para relawan bekerja dengan peralatan seadanya, tanpa sabuk pengaman atau alat pelindung diri lainnya. Hal ini langsung memicu komentar dari netizen. Akun Facebook Abimanyu Fattah menulis, "Saya tidak melihat alat pengaman apa sabuk pengaman dari personil di ikat di badan. Hati-hati semoga berkah. Keselamatan personel juga utama," tulisnya pada Sabtu (15/2/24).

Komentar tersebut dibalas oleh akun Juna Prakasa yang menjelaskan kondisi para relawan. "Maklum mas, kalau alat pengaman dan peralatan kurang memadai. Soalnya, mereka juga tidak mendapat anggaran dari pemerintah. Selama ini, para relawan bekerja hanya karena kerelaan, bahkan untuk anggaran akomodasi saja kadang terbatas. Mirisnya, untuk alat-alat yang mereka gunakan ini kebanyakan hasil patungan dari anggota," tulis Juna.

Uwrite pun mencoba menghubungi Yono, Ketua Relawan Prabu, untuk memastikan informasi tersebut. Yono membenarkan bahwa peralatan yang digunakan oleh relawan sudah berusia puluhan tahun dan dibeli secara patungan oleh anggota.

"Benar. Alat yang kita pakai sudah dari zaman dulu. Beli hasil patungan. Tim luweng Sumberagung sekitar tahun 2000an," kata Yono.

Lebih lanjut, Uwrite menanyakan terkait akomodasi atau dukungan finansial dari pemerintah.

"Tidak ada. Kita cuma jalan aja. Kalau di kasih makan atau rokok atau kas ya kita terima. Kalau tidak ya pakai uang sendiri," ujarnya.

Fenomena ini sangat ironis, mengingat keberadaan relawan Prabu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya di wilayah Wonogiri selatan. Setiap kali terjadi bencana, mereka selalu berada di garda terdepan untuk membantu penanggulangan bencana.

Pemerintah Perlu Bertindak

Masyarakat pun berharap agar pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.

“Mereka selama ini sudah bekerja keras untuk kepentingan bersama. Keberadaan mereka banyak membantu kami. Sudah saatnya pemerintah memberikan perhatian dan dukungan yang layak,” ujar seorang warga Pracimantoro.

Pemerintah daerah, dalam hal ini Pemkab Wonogiri, perlu segera mengambil langkah konkret. Mulai dari menyediakan alat pengaman yang memadai dan juga memikirkan anggaran operasional para relawan.

Selama ini relawan Prabu telah membuktikan dedikasinya kepada masyarakat. Kini, saatnya pemerintah membuktikan komitmennya kepada para relawan. Keselamatan dan kesejahteraan mereka harus menjadi prioritas.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar