"Irigasi Diperbaiki, Target Panen Petani Banten Naik Jadi 12 Ton/Hektare" - Andra Soni

Uwrite.id - Pandeglang - Gubernur Banten Andra Soni meresmikan 7 Daerah Irigasi baru di 4 kabupaten, Rabu (02/09). Acara dipusatkan di DI Cisata, Desa Tegal, Kec. Cikedal, Pandeglang.
Meski baru menjabat kurang dari 2 tahun, Andra langsung tancap gas di sektor pertanian. 7 DI yang diresmikan ada di Pandeglang, Lebak, Serang, dan Tangerang. Total panjang saluran 6,90 km dan mampu mengairi 881,28 hektare sawah. Anggarannya Rp48,91 miliar dari APBD Banten 2025.
Bagi Andra, irigasi adalah kunci.
"Membangun irigasi berarti membangun fondasi ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.
Pemprov juga dapat dukungan besar dari pusat. Lewat Inpres No 2/2025, APBN mengucurkan Rp471,92 miliar untuk 12 DI lain di Banten dengan luas layanan 9.259 hektare. Hasilnya, cakupan irigasi di Banten naik dari 52,5% ke 62,45%.
Tapi Andra bilang kerja belum selesai. Wilayah hulu harus dibenahi agar stok air saat kemarau tidak seret.
Untuk mendongkrak hasil, Pemprov Banten akan perluas program MAAS dari Kementan. Targetnya berani: produktivitas naik dari 6 ton/hektare jadi 12 ton/hektare.
"Lahan kita lindungi, irigasi kita perbaiki, hulu kita tata, harga kita jaga, produktivitas kita tingkatkan. Petani harus sejahtera," tegasnya.
Para petani di Poktan Telaga Baru, Pandeglang, langsung merasakan dampaknya.
"Dulu cuma bisa panen 2 kali, sekarang bisa 3 kali. Airnya juga lancar," ujar Ubeh (55).
Kadis PUPR Banten Arlan Marzan menambahkan, irigasi yang baik akan menekan kehilangan air. "Air dari sumber bisa disalurkan lebih teratur lewat pintu-pintu pembagi," jelasnya. (*)

Tulis Komentar