Industri Semen Kelebihan Kapasitas 51,8 Juta Ton, Kemenperin Sarankan Meningkatkan Ekspor

Ekonomi | 16 Jul 2023 | 17:51 WIB
Industri Semen Kelebihan Kapasitas 51,8 Juta Ton, Kemenperin Sarankan Meningkatkan Ekspor
Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Ignatius Warsito. (Foto: Antara)

Uwrite.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berencana menerapkan kebijakan moratorium atau pengaturan investasi baru di industri semen. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kondisi kelebihan kapasitas (overcapacity) yang terjadi di sektor semen di Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Minggu (16/7/2023), Plt Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Ignatius Warsito, mengungkapkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri semen dalam negeri sekaligus mendukung daya saing mereka.

“Upaya tersebut dapat memberikan kepastian hukum bagi pelaku industri semen di Tanah Air, sekaligus mendukung daya saing,” kata Warsito, Minggu (16/7/23).

Warsito juga menjelaskan bahwa kondisi overcapacity terjadi di hampir seluruh wilayah di Indonesia, kecuali Bali-Nusa Tenggara dan Maluku-Papua. Ia menyarankan agar investasi baru dalam industri semen difokuskan pada wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Namun, pengaturan ini akan dievaluasi kembali ketika utilisasi rata-rata nasional mencapai 85 persen.

“Persentase overcapacity terbesar terjadi di Pulau Jawa, yaitu lebih dari 55,4 persen,” ungkap Warsito.

“Pengaturan ini akan ditinjau kembali jika utilisasi rata-rata nasional telah mencapai 85 persen,” lanjutnya.

Data menunjukkan bahwa produksi semen pada semester I tahun 2023 mencapai 29,3 juta ton, sementara kebutuhan semen nasional hanya sebesar 28 juta ton. Pada tahun 2022, produksi semen mencapai lebih dari 64 juta ton dengan kebutuhan sekitar 63 juta ton.

"Saat ini, industri semen nasional terdiri dari 15 perusahaan semen terintegrasi yang tersebar dari Aceh hingga Papua, dengan total kapasitas terpasang sebesar 116 juta ton per tahun. Namun, saat ini industri semen masih mengalami overcapacity sebesar 51,8 juta ton atau sekitar 45 persen," tambah Warsito.

Untuk mengatasi kondisi overcapacity, Warsito menekankan perlunya peningkatan ekspor semen ke luar negeri oleh industri semen.

“Total ekspor semen dan clinker pada semester I- 2023 mengalami peningkatan sebesar 11,57 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya permintaan di pasar luar negeri,” ujarnya.

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar