IKN dan Kalimantan Ke Depan Jadi Pusat Ekonomi Hijau | Rektor Uniba Gelar Intimate Meeting dengan Menko Perekonomian

Uwrite.id - Balikpapan – Belum lama ini terungkap bahwa pusat ekonomi hijau di masa depan akan direalisasikan pemerintah di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Kalimantan. Pernyataan ini mengemuka dalam Intimate Meeting Bersama Menko Perekonomian RI Airlangga Hartarto yang digelar Rektor Universitas Balikpapan Dr Isradi Zainal yang juga selaku Koordinator Kalimantan University Consortium (KUC).
Hadir dalam pertemuan terbatas tersebut, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud, Pembina DWK Rendy Susiswo Ismail, Rektor se-Kalimantan, dan Wakil Walikota Balikpapan Bagus Susetyo. Tema diskusi yang dibahasi terkait green energy, green jobs, dan green economy sebagai upaya mewujudkan IKN dan Kalimantan pusat ekonomi hijau.
“Bicara green ekonomi, potensi Kalimantan Timur ini luar biasa. Ke depan kita tida hanya mengandalkan sumber daya alam saja, tapi juga sumber daya manusia,” ungkap Airlangga Hartarto mengawali diskusi.
Intimate meeting berlangsung santai penuh keakraban. Sesekali Rektor Uniba Isradi Zainal dan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menyampaikan joke-joke hingga membuat diskusi begitu cair.
Pada kesempatan yang sama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kuliah umum di depan ratusan mahasiswa di Ballroom Putri Aji Karang Melenu, Lantai 8 Kampus Uniba. Tema kuliah umum yang dibawakan mantan Ketua Umum Partai Golkar ini adalah “Transisi Energi Berkeadilan dan Peluang Green Jobs serta Green Economy di Kalimantan dan Asia Tenggara”.
Hadir pula dua narasumber nasional dan internasional, yakni Dicky E. Hindarto selaku Chair of Governing Board Yayasan Mitra Hijau, dan Nithi Nesadurai sebagai Director and Regional Coordinator Climate Action Network Southeast Asia.

Dalam paparannya, Airlangga menyampaikan bahwa Kaltim berada pada posisi krusial dalam agenda besar transformasi ekonomi nasional. Keberadaan IKN dan potensi sumber daya yang dimiliki, Kaltim diproyeksikan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Dijelaskan, ada beberapa poin strategis yang akan menjadi fondasi penguatan ekonomi kawasan Kaltim. Pertama, transisi energi melalui program B50. Menurutnya Kaltim diproyeksikan menjadi pusat hilirisasi kelapa sawit untuk mendukung target penggunaan bahan bakar nabati B50 pada tahun 2026.
Kedua, mengoptimalisasi kawasan industri. Di m
ana pemerintah pusat mendorong penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan serta Kawasan Industri Kariangau sebagai basis pengembangan industri pangan dan energi yang terintegrasi.

Lalu ketiga, kemandirian industri kimia nasional melalui PT Pupuk Kaltim, di mana pemerintah mendorong produksi soda ash pertama di Indonesia. Dengan adanya proyek strategis ini diharapkan mampu menggantikan impor dan menghemat devisa negara hingga Rp1 triliun per tahun.
Keempat, Airlangga menyampaikan sinergi pembangunan IKN. Hal ini menekankan pentingnya pergeseran struktur ekonomi dari ketergantungan pada komoditas mentah menuju produk bernilai tambah tinggi, guna menopang kebutuhan pembangunan dan operasional IKN.
Sementara itu, Rektor Uniba Dr Isradi Zainal menegaskan bahwa Kalimantan Timur, termasuk IKN, memiliki posisi strategis sebagai pusat pertumbuhan ekonomi hijau Indonesia. Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi ke depan tidak lagi dapat bergantung pada eksploitasi sumber daya alam, melainkan harus beralih pada ekonomi berkelanjutan.
"Kalimantan Timur dan IKN harus menjadi pusat ekonomi hijau Indonesia, sejalan dengan arahan presiden untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru,” ujarnya.
Isradi menyatakan, sejak 2022, Uniba telah aktif mendorong pengembangan energi terbarukan, khususnya hydropower, sebagai bagian dari transisi energi hijau. Menurutnya, transisi energi harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia agar masyarakat lokal dapat mengambil peran dalam peluang ekonomi baru. “Transisi energi harus menciptakan green jobs dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur,” jelasnya.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’udi pada sambutannya, mengatakan, Kaltim sangat potensial menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga Asia Tenggara.
“Green jobs bukan lagi pekerjaan masa depan. Pekerjaan ini sudah hadir hari ini, dan mahasiswa harus siap mengambil peran sejak sekarang,” tegasnya. (Z.uWT)

Tulis Komentar