HIPMI Culinary Indonesia Kupas Tuntas "Survival Guide" Bisnis F&B di SIAL Food & Drinks Indonesia 2026

Uwrite.id - Strategi Jitu Hadapi Ekonomi Lesu: HIPMI Culinary Indonesia Kupas Tuntas "Survival Guide" Bisnis F&B di SIAL Food & Drinks Indonesia 2026
JAKARTA — Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi daya beli masyarakat saat ini, sektor industri makanan dan minuman (Food and Beverage / F&B) dituntut untuk semakin lincah dan cerdas dalam merumuskan strategi bisnis. Menjawab kebutuhan tersebut, HIPMI Culinary Indonesia (HCI) bekerja sama dengan SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 sukses menyelenggarakan sesi HCI Talks bertajuk "Survival Guide Pengusaha F&B in This Economy: Cara Cerdas Bertahan dan Tetap Cuan di Tengah Ekonomi Lesu".
Acara yang dipandu oleh Jawel Husin selaku moderator ini dihelat di Jakarta, pada Rabu, 4 November 2026. Diskusi interaktif ini menghadirkan para praktisi dan pakar berpengalaman di bidangnya untuk membedah kiat-kiat strategis dalam menjaga kesehatan finansial, efisiensi operasional, inovasi menu, hingga perluasan jaringan bisnis bagi para pelaku UMKM hingga skala korporasi.
Optimasi Teknologi Mesin dan Efisiensi Operasional
Dalam sesi pemaparannya, Indra S.Kom (Founder SATMESIN) menekankan bahwa tantangan terbesar para pelaku usaha F&B saat ini bukan sekadar membuka usaha, melainkan bagaimana cara menjaga kestabilan operasional di tengah persaingan yang semakin ketat. Penggunaan teknologi mesin yang tepat guna menjadi solusi krusial agar efisiensi waktu dan tenaga dapat tercapai secara maksimal.
Ia juga menambahkan bahwa edukasi terhadap sumber daya manusia (SDM) dalam mengoperasikan alat sangat menentukan keberhasilan investasi teknologi tersebut. Tanpa pelatihan yang memadai, kecanggihan mesin penunjang produksi tidak akan memberikan dampak optimal bagi pertumbuhan bisnis kuliner.
Menjaga Arus Kas, Inovasi Menu, dan Kekuatan Komunitas
Cikhita Virginia (Ketua Umum HIPMI Culinary Indonesia / CMO PHB Group) menegaskan bahwa prinsip utama yang harus dipegang teguh oleh pengusaha di tengah lesunya ekonomi adalah kesadaran bahwa cash is king. Pengelolaan arus kas yang sehat serta penerapan menu engineering untuk fokus pada produk bestseller ber-margin tinggi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar angka omzet semata.
Selain strategi finansial dan menu, ia turut menggarisbawahi pentingnya kehadiran digital melalui konten media sosial serta kekuatan jejaring komunitas. Kolaborasi yang terjalin erat di dalam wadah organisasi terbukti mampu membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan bagi para anggota.
Tantangan Ekspor Komoditas dan Diplomasi Budaya
Abraham Caleb Dompas (Direktur Utama PT Terra Heritage Commodities) membagikan pandangannya dari ranah komoditas ekspor, khususnya kopi lokal 100% Indonesia yang mengusung misi diplomasi budaya di kancah internasional. Tantangan logistik yang mahal serta dinamika fluktuasi nilai tukar menuntut para eksportir untuk memiliki strategi negosiasi yang cerdas dan cermat.
Ia juga mengingatkan pentingnya mengantisipasi berbagai regulasi global yang ketat, seperti aturan terkait deforestasi di pasar Eropa. Sinergi yang kuat dengan pemerintah melalui perwakilan perdagangan di luar negeri serta asosiasi terkait menjadi kunci utama dalam mengamankan jalur distribusi ekspor.
Pengembangan SDM dan Konsistensi Visi Bisnis
Sementara itu, Dr. Anisha Desiliana Resti S.H., M.H. (Chief Executive Officer Bumi Aki) membagikan rahasia di balik perjalanan panjang Bumi Aki yang mampu bertahan dan berkembang pesat hingga puluhan tahun. Kunci utama kesuksesan tersebut terletak pada konsistensi visi perusahaan dalam menghadirkan kebahagiaan bagi setiap pelanggan yang datang.
Ia berprinsip bahwa sebuah bisnis tidak akan pernah mengalami pertumbuhan yang signifikan sebelum manusia di dalamnya—terutama tim yang mengelola—tumbuh terlebih dahulu. Oleh karena itu, pengembangan kualitas internal menjadi fondasi terkuat dalam berekspansi secara berkelanjutan.

Tulis Komentar