Heboh, Rektor Universitas Negeri Lampung Diduga Bagi Bagi Proyek

Hukum | 17 Jan 2024 | 22:15 WIB
Heboh, Rektor Universitas Negeri Lampung Diduga Bagi Bagi Proyek
Sumber Editing Tim Hanya Kuli Tinta

Uwrite.id - Universitas Negeri Lampung (Unila), kembali menjadi sorotan publik terkait diduga adanya kegiatan Nepotisme pada puluhan proyek Penunjukan Langsung (PL) di Unila melalui orang terdekat yang bukan dari Universitas oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani.

Sumber Intragram Universitas Negeri Lampung

Diketahui, Universitas Negeri Lampung Pernah menjadi Trending topik saat KPK melakukan tangkap tangan Rektor Unila yang lama Prof Dr Karomani ditetapkan sebagai tersangka suap penerimaan mahasiswa baru setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada Jumat (19/8/22). Selain Karomani, KPK menetapkan 3 tersangka lainnya.

Paska kejadian tersebut posisi Rektor Unila di pimpin oleh Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, Namun di saat kepemimpinannya tersebar isu diduga melakukan Penunjukan Langsung (PL) kepada salah satu rekanannya.

Gedung Rektorat Universitas Negeri Lampung

Dikutip dari media online lokal  suryaandalas.co.id, mengatakan bahwa Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani diduga memberikan Penunjukan Langsung (PL) kepada rekanan sang Rektor.

Dijelaskan dalam pemberitaan tersebut, dugaan pengkondisian proyek PL Unila itu telah dibagi–bagi ke beberapa orang dari salah satu orang terdekat Rektor.

Sehingga, pembagian Paket – paket PL Unila itu disinyalir telah disetujui oleh Rektor Unila untuk dibagikan kepada rekanan yang akan mengerjakan .

Rektor Unila Lusmeilia saat dikonfirmasi hanya mengatakan jika pihak Humas Unila yang akan memberi penjelasan.

“Nanti Humas yang akan menjelaskan,” singkatnya.

Diketahui puluhan kegiatan PL Unila tersebut sebagai berikut:

1. Belanja Pembangunan Gazebo Mahasiswa – FKIP Rp.75,000,000.00
2. Belanja Rehabilitasi Gedung G-FKIP Rp. 200,000,000.00
3. Belanja Rehabilitasi Gedung Lembaga Kemahasiswaan – FKIP Rp.200,000,000.00
4. Belanja Rehabilitasi Gedung Pendidikan Karakter – FT Rp.150,000,000.00
5. Belanja Rehabilitasi Lantai Gedung – FK Rp.200,000,000.00
6. Belanja Rehabilitasi Resepsionis Dan Loby Gedung Dekanat-FT Rp.199,000,000.00
7. Belanja Rehabilitasi Ruang-ruang Laboratorium – FKIP Rp.200,000,000.00
8. Belanja Rehabilitasi Selasar – FKIP Rp.200,000,000.00
9. Belanja Pembuatan Ruang Terbuka Kantin Fakultas Hukum-FH Rp.199,862,000.00
10. Belanja Rehabilitasi Gedung Htn Pemasangan Lantai Granit – FH Rp.200,000,000.00
11. Rehabilitasi Gedung Magister Hukum Unila – FH Rp.190,550,000.00
12. Belanja Rehabilitasi Student Lounge – FH Rp.200,000,000.00
13. Renovasi Dapur Lantai 1 Dan Toilet Lantai 3 Gedung D-FISIP Rp.100,000,000.00
14. Belanja Renovasi Gedung D- FK Rp.160,905,000.00
15. Belanja Renovasi Kolar Depan Gd A-FISIP Rp.66,330,000.00
16. Belanja Renovasi Laboratorium Gedung B-FK Rp.160,905,000.00
17. Belanja Renovasi Laboratorium Gedung C-FK Rp.199,405,000.00
18. Belanja Renovasi Ruang Kelas Gedung D-FISIP Rp.179,890,000.00
19. Belanja Renovasi Toilet Dan Dapur Lantai 1 Gedung F- FISIP Rp.168,817,000.00
20. Belanja Rehabilitasi Gedung Pascasarjana Bagian Luar PASCASARJANA Rp.200,000,000.00
21. Belanja Rehabilitasi Gedung Jurusan Teknik Geodesi-FT Rp.199,600,000.00
22. Belanja Pemeliharaan Gedung A-FT Rp.199,000,000.00.

Namun, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani membantah tuduhan dugaan pengkondisian proyek PL miliaran melalui orang terdekat di luar Unila.

“Sudah dikonfirmasi dengan Humas. Semua kegiatan (PL) sudah melalui prosedur dan ada di masing masing unit,” kata Prof. Lusmeilia yang mengaku tengah mengikuti rapat, Rabu (17/1/24). Sumber (suryaandalas.co.id)

Sumber Foto Tangkapan Layar News Paper Media Kandidat

Bahkan Paska Hebohnya isu dugaan bagi bagi proyek oleh Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani sempat diberitakan meminta untuk di take down terkait dugaan Korupsi yang dilakukanya pada Koran Kandidat dan dimuat pada halaman depan pada Media Tersebut. (HanyaKuliTinta) 



 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar