Hari ke-10 Pencarian 8 Orang Hilang di Anak Krakatau, Basarnas Perpanjang Masa Operasi

Peristiwa | 17 Sep 2026 | 08:48 WIB
Hari ke-10 Pencarian 8 Orang Hilang di Anak Krakatau, Basarnas Perpanjang Masa Operasi
Tiga awak kapal yang turut hilang yakni Warta/Surahman selaku nakhoda, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai juru pandu.

Uwrite.id - Cilegon - Operasi pencarian terhadap delapan orang yang terdiri dari lima pewarta dan tiga awak kapal yang lenyap kontak di perairan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, telah menginjak hari ke-10 dan menjadi hari pamungkas. Jika hari ini tak kunjung ada tanda-tanda, apakah proses pencarian akan dilanjutkan?

Kepala Kantor Basarnas Banten, Al Amrad, menyebut pihaknya akan menambah durasi operasi selama tiga hari sesuai regulasi.

"Mengacu pada ketentuan kami, akan kami perpanjang tiga hari. Berdasarkan regulasi dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, apabila belum tampak indikasi korban ditemukan, maka kami akan beralih ke tahap pemantauan," tutur Al Amrad, Kamis pagi (17/09).

Al Amrad menambahkan, sewaktu-waktu jika ada informasi mengenai keberadaan delapan orang tersebut, maka operasi pencarian akan kembali digencarkan.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi secercah harapan di tengah kecemasan keluarga korban yang telah menanti selama sepuluh hari tanpa kepastian. Di tengah luasnya Selat Sunda, setiap informasi sekecil apapun sangat berarti untuk melanjutkan upaya pencarian.

"Jika terdapat petunjuk korban ditemukan, operasional akan kami buka lagi," ucapnya.

Seperti diketahui, lima pewarta bersama tiga awak kapal berlayar menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (07/09). Rombongan itu dilaporkan hilang, dan upaya pencarian oleh Tim SAR gabungan dimulai pada Selasa (08/09).

Kelima pewarta yang hilang tersebut ialah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Kantor Berita Anadolu, serta Donal Husni yang berstatus pewarta independen.

Tragedi ini pun menyita perhatian publik, mengingat para korban berangkat dengan misi jurnalistik untuk mengabadikan keindahan Gunung Anak Krakatau yang tengah aktif. Kepergian mereka yang tak kunjung kembali meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan seprofesi dan keluarga yang menanti di rumah.

Sedangkan tiga awak kapal yang turut hilang yakni Warta/Surahman selaku nakhoda, Sukarman sebagai anak buah kapal (ABK), dan Heriyanto sebagai juru pandu.

Sebelumnya, di hari kesembilan, Rabu (16/09), Tim SAR gabungan telah menerjunkan 22 armada kapal untuk melakukan operasi. Mereka menjelajahi wilayah Selat Sunda seluas 3.439 mil laut persegi yang terbagi dalam 8 sektor.

Pencarian pada saat itu belum membuahkan hasil. Di samping itu, Tim SAR juga telah berkoordinasi dengan Kantor Basarnas Bengkulu untuk membantu proses pencarian.

"Hari ini pun kami melibatkan rekan-rekan dari Kantor SAR Bengkulu untuk melakukan penyapuan di Pulau Enggano dan garis pantai Bengkulu, hasilnya pun masih nihil," tandas Al Amrad. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar