Haji Isam Salip Konglomerat Ternama, Kekayaan Tembus Rp 150,5 Triliun Berkat Saham Sawit Melejit

Uwrite.id - Batulicin – Samsudin Andi Arsyad atau dikenal dengan Haji Isam, pengusaha terkenal asal Kalimantan Selatan, mencatatkan lompatan signifikan kekayaannya paling pesat menjadi Rp 150,5 triliun atau lebih dari US$ 9 miliar hingga penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (08/10). Kenaikan tersebut ditopang atas penguatan signifikan harga saham tiga emiten perkebunan kelapa sawit yang dikuasainya.
Dengan nilai tersebut, kekayaan Haji Isam telah melampaui Mochtar Riady & familiy senilai US$ 8,8 miliar berdasarkan perhitungan Forbes real time kemarin dan Marina Budiman dengan kekayaan US$ 8,9 miliar. Kekayaa Haji Isam kini mendekati Tahir & Familih senilai US$ 10,9 miliar.
Haji Isam tercatat sebagai pengendali PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), dan PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE). Hingga penutupan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, kapitalisasasi pasar (market cap) ketiga saham tersebut telah mencapai Rp 188,87 triliun. Angka tersebut setara dengan 1,23% dari total market cap BEI bernilai Rp 15.347 triliun.
Lompatan kekayaan tersebut ditopang kenaikan signifikan harga tiga saham emiten yang dikuasai Haji Isam tersebut, seperti saham PGUN berhasil catatkan kenaikan harga sebanyak 5.141% menjadi Rp 22.225 sepanjang year to date (ytd). Hal ini memicu kapitalisasi pasar saham emiten ini melambung menjadi Rp 127,50 triliun. PGUN kini tercatat sebagai emiten perkebunan kelapa sawit dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di BEI.
Selanjutnya saham JARR catatkan kenaikan lebih dari 1.891% sepanjang ytd menjadi Rp 6.175. Kenaikan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar sahamnya melesat menjadi Rp 56,99 triliun. Terakhir, saham TEBE melambung sebanyak 450% sepanjang ytd menjadi Rp 3.410, sehingga kapitalisasi pasar sahamnya meningkat menjadi Rp 4,38 triliun.
Terkait kepemilikan saham, Haji Isam melalui putrinya, Liana Saputri, merupakan pemegang 76,69% saham PGUN atau setara dengan Rp 97,77 triliun. Liana menggenggam saham PGUN melalui PT Araya Agro Lestari sebanyak 38,44% saham PGUN dan PT Citra Agro Raya menguasai 38,25% saham PGUN.
Sedangkan pada saham JARR, Haji Isam melalui perusahaan yang dikuasainya memiliki sebanyak 86,64% saham JARR atau nilai sahamnya setara dengan 49,37 triliun. Haji Isam melalui PT Dua Samudera juga tercatat sebagai pengendali dengan menguasai sebanyak 76,91% saham TEBE atau nilai sahamnya setara degan Rp 3,36 triliun. (*)

Tulis Komentar