Haidar Alwi: Mengenal Khawarij Dan Tabiatnya.

Politik | 11 Jul 2023 | 21:47 WIB
Haidar Alwi: Mengenal Khawarij Dan Tabiatnya.

Uwrite.id - Bsd City Tangerang, Haidar Alwi:

Pengertian Khawarij. 

Khawarij secara Harfiah Artinya mereka yang keluar. Secara etimologi dari kata kharaja yang artinya keluar.

Sedangkan secara terminologi adalah aliran dalam islam yang awalnya mengakui kekuasaan Ali bin Abi Tholib, lalu ia menolaknya bisa disebut aliran ini sangat bertentangan dengan umat islam. Aliran ini digunakan oleh kalangan islam untuk menyebut sekelompok yang keluar dari barisan Ali bin Abi Tholib dan sekelompok mereka mayoritas orang arab. 

Awal munculnya aliran khawarij ini pada saat Ali bin Abi Tholib telah mengambil keputusan yang sewenang-wenang tanpa memikirkan anggotanya dan mengahiri perang siffin pada 37H/657M berlansung pada 14 bulan, Ali bin Abi Tholib menerima peristiwa tersebut dikenal yang dengan tahkim (arbitrase) dan menentang Mu'awiyah sebagai kaum pemberontak dan kaum penghianat hal tersebut ali dikatakan kafir. 

Namun akhirnya tahkim berakhir dengan merugikan pihak ali karena dari pihak Mu'awiyah berbuat curang sehingga banyak dari pengikut ali yang keluar dari barisan,kaum inilah yang akhirnya disebut khawarij dan ada juga yang menyebutnya dengan Hururiah. ada tiga tokoh sebagai pelaku tahkim antara lain yaitu Abu Musa al-Asyari, Mu'awiyah bin abi sofyan dan Amr bin Ash. kaum khawarij meninggalkan ali karena mereka beranggapan bahwa ali telah mendurhakai Allah SWT dan hal tersebut dikatakan kafir. aliran ini berwatak keras kepala, kelompok yang paling keras memegang teguh prinsipnya, cenderung primitive, tradisional dan kebanyakan dari golongan ekonomi rendah. 

Menurut aliran khawarij setiap orang yang mempunyai dosa ia disebut kafir karena telah melanggar prinsip dasar dan setiap keputusan berada pada kekuasaan tuhan yaitu La hukma lillah. untuk menebus dosanya mereka dipaksa untuk bertobat karena termasuk andil dalam proses tahkim. Golongan ini juga dikenal sangat ekstrim dan radikal terhadap pendapat yang berbeda dengannya.

Mencermati peristiwa tersebut orang islam dibagi menjadi 3 yaitu: golongan untuk menghendaki untuk menyelesaikan pembunuhan tersebut sebelum mengangkat kholifah,menghendaki secepatnya diadakan pengangkatan khalifah, Yang ketiga yaitu termasuk golongan yang netral. kelompok ini menyiarkan bahwa ali bin abi tholib telah membunuh usman bin affan dengan cara menyuruh orang lain agar tidak ada yang tau kalau sebenarnya yang membunuh adalah Ali. pada waktu itu kondisi umat islam pada masa Ali bin Abi tholib adalah bias dari kemerdekaan berfikir dan berjihad atas masalah yang mereka hadapi. Sebab umat islam menghadapi sejumlah problematika yang tidak pernah ditemukan pada masa periode Nabi Muhammad SAW. biasanya kaum khawarij menamakan golongannya dengan nama "kaum syurah" yang berarti kaum yang mengorbankan dirinya untuk kepentingan dan keridho'an Allah.

Pada perkembangan khawarij terbagi menjadi 8 besar firqah dari 8 tersebut masih dibagi firqah kecil yang jumlahnya banyak.kelompok khawarij ada yang beberapa memerangi ali dan melepaskan diri dari kelompok tersebut. Perpecahan inilah yang dapat melemahkan khawarij dan khawarij mudah dipatahkan dalam berbagai pertempuran menghadapi kekuatan militer Bani Umayyah. khawarij menganggap bahwa harus segera pembentukan Republik Demokrasi Arab dan pemerintahan Bani Umayyah sama halnya dengan  pemerintahan kaum Aristokrat Barat. sebenarnya yang merusak kebahagiaan khawarij adalah sikap mereka yang begitu mudah menumpahkan darah, terutama darah umat islam yang berbeda dengan pemikiran mereka. Dalam kepemimpinannya abdulloh juga menyusun doktrin-doktrin pokok sebagai prinsip kaum khawarij, doktrin-doktrin tersebut yaitu:

1. khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat islam.

2. khalifah tidak harus berasal dari keturunan arab.

3. khalifah dipilih secara permanen selama yang bersangkkutan bersikap adil dan menjalankan syariat islam.

4. khalifah sebelum ali(Abu bakar,umar,dan usman).

5. ali telah menyeleweng setelah terjadi peristiwa arbitrase.

Prinsip khawarij yang pertama adalah persamaan pandangan mengenai kepemimpinan. bahwa hendaknya khalifah diserahkan mutlak kepada rakyat untuk memilihnya. Yang kedua persamaan pandangan tentang aqidah. Mengamalkan perintah agama adalah sebagian dari iman.khawarij mempunyai sifat, sifat tersebut tidak dapat diubah.adapun sifat-sifatnya yaitu mencela dan menyesatkan, berburuk sangka, berlebih-lebihan dalam ibadah, keras terhadap sesama muslim dan memudahkan yang lain, sedikit pengalamannya dan sedikit juga pemahamannya.

Secara umum ajaran-ajaran pokok golongan ini yaitu:

1. kaum muslimin yang melakukan dosa besar adalah kafir.

2. kaum muslimin yang terlibat dalam perang jamal yakni perang antara Aisyah, Thahah dan zubair melawan Ali bin Abi Tholib dan pelaku arbitrase dihukumi kafir.

3.khalifah harus dipilih rakyat serta tidak harus dari keturunan Nabi Muhammad SAW.

B. Tokoh-tokoh utama khawarij: 

1.Urwah bin Hudair.

2.Mustarid bin As'ad.

3.Hausara Al Asadi.

4.Quraib bin Maru'ah

5.Nafi' bi Al Azraq

6.Abdulloh bin Basyir

Akibat perbedaaan pendapat diantara tokoh-tokohnya,khawarij terpecah menjadi beberapa sekte:

1. Sekte muhakkimah yakni golongan yang memisahkan diri dari ali bin abi tholib

2. Sekte Azariqoh yang lebih radikal, Sebab orang yang tidak dikenal dibunuh

3. Sekte Najdat merupakan pecahan dari sekte azariqoh

4. Sekte Alazaridah dipimpin abdul karim bin ajrad yang dalam perkembangannya terpecah menjadi kelompok kecil seperti syuaibiyah, hamzyiah, hazyimiyah, maymuniyah.  

Perpecahan itulah yang menghancurkan aliran khawarij salah satunya yag masih ada yaitu ibadi dari oman, zanzibar, maghreb menganggap dirinya berbeda dengan yang lain dan menolak disebut khawarij.

Tabi'at kaum khawarij:

Siapapun yang meneliti sejarah perkembanagan kelompok khawarij ,pasti akan mendapati beberapa tabiat yang menonjol dan melekat pada diri pengikut kelompok ini. Dr.Ali Muhammad ash-salabi dalam buku fikrul khawarij wa syi'ah mengungkapkan beberapa tabi'at tersebut:

1. berlebih-lebihan dalam urusan agama.

2. bodoh tentang perkara agama.

3. memecahkan belah tongkat ketaatan.

4. mengkafirkan pelaku dosa serta menghalalkan kaum muslimin dan harta mereka.

5. menganggap boleh penyematan sifat zalim dan sifat-sifat buruk lainnya terhadap nabi.

6. suka mencela.

7. berburuk sangka.

8. bersikap keras terhadap kaum muslimin.

Editor: ErHa.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar