Haidar Alwi: Indahnya Toleransi dalam Bingkai Keberagaman NKRI

Politik | 01 Jul 2023 | 21:24 WIB
Haidar Alwi: Indahnya Toleransi dalam Bingkai Keberagaman NKRI

Uwrite.id - Bsd city Tangerang, Haidar Alwi. 

Indahnya Toleransi dalam Bingkai Keberagaman NKRI

Bicara toleransi, berarti bicara mengenai edukasi, karena sejatinya toleransi itu diajarkan, bukan tumbuh secara tidak sengaja. Mengingat toleransi adalah sikap yang sangat penting, hal ini tentu harus ditanamkan dalam diri sejak dini.

Toleransi adalah sikap keterbukaan dan menghormati perbedaan antar manusia, meskipun awalnya digunakan untuk merujuk pada perbedaan etnis dan agama, konsep keragaman dan toleransi juga dapat diterapkan pada gender, penyandang disabilitas fisik dan intelektual, serta perbedaan lainnya.

Toleransi berarti menghormati dan belajar dari orang lain. Menghargai perbedaan, menjembatani kesenjangan budaya, menolak stereotip yang tidak adil, menemukan kesamaan, dan menciptakan ikatan baru. Perilaku yang tidak menghormati atau menyakiti orang lain, seperti bersikap kejam, menindas, atau perilaku yang melanggar aturan sosial tidak boleh ditoleransi sama sekali.

Indonesia adalah negara besar yang terdiri dari ribuan pulau yang tersebar seantero negeri. Dengan kondisi geografisnya begitu luas, maka tak heran jika Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. Kekayaan Indonesia tidak hanya dari sumber daya alam yang melimpah ruah, namun kekayaan budaya yang begitu majemuk menjadi salah satu pemersatu bangsa dibawah naungan NKRI.

Joko Widodo pernah berkata: 

“Indonesia adalah negara besar, negara yang dianugerahi tuhan yang maha esa, lahir sebagai bangsa yang majemuk. Kita adalah bangsa yang bersuku-suku yang memiliki agama, budaya dan bahasa daerah yang berbeda-beda. Ditengah kemajemukan itu, kita bisa hidup rukun dirumah besar Indonesia dalam suasana toleransi dan persaudaraan. Kita juga patut bersyukur ditengah berbagai negara yang mengalami gejolak berkepanjangan karena perbedaan identitas, kita bangsa Indonesia bisa tetap bersatu karena memiliki pancasila sebagai dasar negara. Kita tidak boleh membiarkan adanya upaya sekecil apapun untuk merusak toleransi maupun kerukunan.”

 

Salah satu contohnya mengenai keberagaman suku, kita sebagai warga negara Indonesia, harus menghormati setiap suku yang ada di nusantara. Karena bisa jadi setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda dengan budaya suku kita, atau bahkan bertentangan dengan adat budaya kita.

Namun kita harus menyadari bahwa itulah kekayaan sesungguhnya dan anugerah yang diberikan oleh Tuhan yang maha kuasa bagi bangsa kita Indonesia. Kita tidak boleh mencela adat suku lain hanya karena berbeda dengan budaya kita, sehingga keberagaman yang ada telah menjadi simbol persatuan dan dikemas dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu, kita harus menjaganya agar tetap utuh dan harmonis.

Dan sudah sepatutnya generasi muda Indonesia yang merupakan agent of change untuk selalu menyerukan sikap saling menghargai dan menghormati dalam segala aspek kehidupan. Sikap tersebut adalah solusi konkrit mencegah terjadinya perpecahan dan konflik di Indonesia dimasa mendatang. Dengan adanya perbedaan, dapat dijadikan sebagai ilmu dan pembelajaran untuk bersikap toleransi, empati dan menghargai.

Ayo generasi muda Indonesia untuk selalu teguh berkomitmen dan terlibat aktif sebagai pelopor dalam mewujudkan kondisi cinta damai dan harmonis, serta selalu dapat dipertahankan demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa. Dan kita tahu bahwa pemuda memiliki peranan yang sangat penting bagi kemajuan bangsa, baik buruknya suatu bangsa dapat dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris kekayaan bangsanya.

Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia. (Ir. Soekarno).

Jayalah Indonesiaku.

( IR. R. HAIDAR ALWI, MT )

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar