Gubernur Ahmad Luthfi Respons Banjir di Pracimantoro, Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak

Uwrite.id - Kepedulian terhadap warga terdampak bencana alam di wilayah pelosok terus ditunjukkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyalurkan bantuan kepada lima keluarga terdampak banjir di Dusun Genjahan, Desa Glinggang, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, pada Senin (20/4/26). Bantuan tersebut merupakan respons atas bencana yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Berdasarkan kronologi, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Desa Glinggang, Pracimantoro pada Rabu (15/4/26). Curah hujan yang tinggi tersebut menyebabkan lubang resapan alami (luweng) yang berada di sekitar permukiman warga tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat.
Dalam kondisi normal, kawasan karst seperti Pracimantoro memiliki sistem drainase alami yang mampu menyerap air hujan ke dalam tanah. Namun, pada peristiwa kali ini, kapasitas resapan diduga terganggu akibat sedimentasi atau penyumbatan, sehingga air tidak terserap secara optimal dan meluap ke permukaan.
Air yang meluber dari luweng kemudian mengalir ke area permukiman Dusun Genjahan dan mulai masuk ke rumah-rumah warga. Sedikitnya lima rumah terdampak genangan. Air bahkan sempat bertahan hingga beberapa waktu setelah hujan reda, mengganggu aktivitas warga serta merusak sejumlah perlengkapan rumah tangga.
Baca Juga: Sinkhole Tak Mampu Tampung Air, Lima Rumah Warga di Pracimantoro Kebanjiran
Mendapat laporan dari lapangan terkait kondisi tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak melakukan penanganan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons pemerintah dalam memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana sendirian.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah segera berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendistribusikan bantuan. Penyaluran logistik dilakukan oleh relawan dan Tim Alpa Media Wonogiri.
Bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia, bantuan yang diberikan meliputi paket family kit, sembako, serta perlengkapan tidur guna memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa pemulihan.
Baca Juga: Ironi Relawan Penanggulangan Bencana di Wonogiri: Berjuang Tanpa Perlengkapan dan Dukungan Memadai
Ketua Tim Alpa Media Wonogiri, Trianto Hery Suryono, yang memimpin langsung proses penyaluran, menyampaikan pesan dari Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk empati dan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
“Pesan dari Bapak Gubernur, bantuan ini adalah bentuk rasa empati dan kebersamaan. Beliau berharap masyarakat tetap memelihara semangat gotong royong, terutama dalam menyikapi tantangan lingkungan di kawasan karst seperti penanganan luweng yang tersumbat,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci penting dalam meminimalisir risiko bencana di masa mendatang, termasuk melalui upaya perawatan dan pembersihan lubang resapan alami secara berkala.
Sementara itu, Ketua RW 08 Dusun Genjahan, Parno, mewakili warga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah. Ia menyebut bantuan tersebut sangat membantu warga yang terdampak langsung akibat genangan air.
“Kami mewakili warga sangat berterima kasih atas bantuan ini. Perhatian dari Bapak Gubernur dan tim relawan menguatkan mental warga kami untuk kembali beraktivitas,” ungkapnya.
Baca Juga: Perbaikan Jalan Sawahan Pracimantoro Dikebut, Respons Cepat Pemprov Jateng Jawab Keluhan Warga
Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung lancar dan penuh nuansa kekeluargaan. Selain itu, warga juga berkomitmen untuk lebih aktif menjaga lingkungan, termasuk rutin melakukan kerja bakti membersihkan area luweng guna mencegah penyumbatan yang dapat memicu banjir di kemudian hari.
Peristiwa ini tidak hanya menjadi ujian bagi masyarakat, tetapi juga pembelajaran penting tentang menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan karst. Dengan respons pemerintah serta dukungan gotong royong masyarakat, diharapkan pemulihan dapat berjalan optimal dan risiko bencana serupa dapat diminimalkan di masa depan.

Tulis Komentar