Gerindra Telusuri Isu Pertemuan Tokoh Kritis Pemerintah dengan Dubes Singapura

Politik | 25 Oct 2026 | 15:42 WIB
Gerindra Telusuri Isu Pertemuan Tokoh Kritis Pemerintah dengan Dubes Singapura
Ketua DPP Gerindra yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi,

Uwrite.id - Jakarta - Partai Gerindra menyatakan tengah menelusuri kebenaran isu yang beredar di media sosial soal dugaan pertemuan Duta Besar Singapura untuk Indonesia dengan beberapa tokoh oposisi.

Ketua DPP Gerindra yang juga Sekretaris Fraksi Gerindra DPR, Bambang Haryadi, mengatakan partainya mencermati informasi tersebut. Menurutnya, anggota Fraksi Gerindra di Komisi I DPR sedang mendalami apakah pertemuan itu benar terjadi.

Bambang menyebut pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto terbuka terhadap kritik. Namun ia mengingatkan agar kritik untuk perbaikan tidak ditunggangi kepentingan lain, termasuk kepentingan asing. Pernyataan itu disampaikan pada Minggu, 25 Oktober 2026.

Isu yang ramai di media sosial itu menyebut dua nama, yakni peneliti Saiful Mujani dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal, yang disebut-sebut datang ke kediaman Dubes Singapura di Jakarta. Dalam unggahan tersebut juga terdapat video bagian depan kediaman Dubes dengan tulisan 'Londo ireng is coming'.

Bantahan Dino Patti Djalal

Dino Patti Djalal membantah pernah berkunjung ke kediaman Dubes Singapura. Ia menyebut informasi itu tidak benar dan merupakan hoaks.

Minggu, 25 Oktober 2026, Dino menilai cerita tersebut sepenuhnya fiktif dan dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menyampaikan beberapa poin bantahan. Pertama, pada akhir pekan lalu ia sedang berada di Australia. Kedua, ia sudah bertahun-tahun tidak datang ke kediaman Dubes Singapura. Ia juga membantah memiliki kedekatan dengan pihak-pihak yang dikaitkan dalam isu tersebut.

Dino menyatakan akan menempuh jalur hukum dan berencana melaporkan akun-akun penyebar informasi tersebut ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta ke kepolisian. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar