Gencarkan ANANDA Bersinar, Gen Z di Jepara Antusias Ambil Peran Hadapi Ancaman Narkoba

Pendidikan | 06 May 2026 | 07:53 WIB
Gencarkan ANANDA Bersinar, Gen Z di Jepara Antusias Ambil Peran Hadapi Ancaman Narkoba
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H.

Uwrite.id - (Jepara) Perhatian publik kini mengarah pada tren peningkatan prevalensi penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.  Fenomena yang butuh penanganan serius ini tidak hanya terjadi di lingkungan rentan, tetapi juga mulai merambah ke satuan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi generasi muda. 

Perkembangan teknologi informasi turut memperumit situasi, di mana peredaran narkotika kini memanfaatkan media sosial, transaksi digital, hingga munculnya zat adiktif jenis baru (New Psychoactive Substances/NPS).

Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan yang lebih preventif, edukatif, dan menyasar langsung generasi muda sebagai garda terdepan. 

Sebagai bagian dari strategi tersebut, Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menginisiasi program ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba), sebuah gerakan nasional yang berfokus pada pencegahan sejak dini dengan menempatkan anak dan remaja sebagai subjek utama.

Program ini bertujuan membangun ketahanan diri anak agar mampu menolak narkoba, melalui pendekatan persuasif, edukatif, serta pelibatan lingkungan sekitar. ANANDA Bersinar juga menjadi bagian dari upaya besar mencetak generasi emas Indonesia 2045 yang sehat, berkarakter, dan bebas dari narkotika.

Implementasi nyata dari program tersebut terlihat dalam Pemilihan Duta Anti Narkoba Pelajar Kabupaten Jepara Tahun 2026 yang diikuti lebih dari 200 pelajar SMA dan SMK, bertempat di Pendopo Ageng Jepara. 

Tingginya partisipasi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran generasi Z terhadap bahaya narkoba sekaligus kesiapan mereka untuk terlibat aktif sebagai agen perubahan. 

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Jepara Muhamad Ibnu Hajar, S.M. yang mewakili Bupati Jepara, Kepala BNNP Jawa Tengah, Ketua BANN Kabupaten Jepara, serta berbagai unsur pemangku kepentingan lainnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Toton Rasyid, S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seleksi, tetapi merupakan bagian dari strategi besar BNN dalam memperkuat upaya preventif di kalangan pelajar. 

“Indonesia saat ini berada pada momentum bonus demografi. Ini adalah peluang besar, namun juga tantangan serius. Jika generasi muda tidak dibekali ketahanan diri yang kuat, maka potensi tersebut dapat berubah menjadi kerentanan terhadap penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Toton juga menekankan bahwa pendekatan penanganan narkoba tidak dapat hanya mengandalkan aspek represif, melainkan harus diperkuat melalui edukasi, penguatan karakter, serta keterlibatan aktif generasi muda serta kekuatan kolaborasi lintas sektor. “Upaya P4GN tidak dapat dilakukan secara parsial. 

Diperlukan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, dan organisasi kemasyarakatan. Peran BANN Kabupaten Jepara menjadi sangat penting dalam memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bahaya narkoba,” tegasnya.

Keterlibatan organisasi kemasyarakatan dinilai strategis karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat, sehingga mampu menjadi penggerak dalam membangun kesadaran kolektif dan budaya hidup sehat tanpa narkoba. 

“Kepada para peserta, disampaikan pesan agar tidak hanya menjadi simbol, tetapi mampu menjalankan peran sebagai pelopor perubahan. Jadilah agen perubahan. Suarakan hidup sehat tanpa narkoba, mulai dari diri sendiri, lingkungan sekolah, hingga masyarakat,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kabupaten Jepara, Andang Wahyu Triyanto, S.E., M.M., mengapresiasi tingginya partisipasi pelajar dalam kegiatan tersebut. Ia menilai antusiasme ratusan peserta tidak hanya menunjukkan minat mengikuti ajang seleksi, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya kesadaran kolektif generasi muda terhadap pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba. 

“Saya merasa bangga generasi muda saat ini semakin sadar dan peduli terhadap bahaya narkoba. Hal ini terbukti dari antusiasme mereka dalam mengikuti pemilihan Duta Anti Narkoba Pelajar,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Andang menekankan bahwa pelajar memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing. Menurutnya, peran generasi muda tidak berhenti pada seremoni kegiatan, tetapi harus berlanjut dalam bentuk aksi nyata, seperti mengedukasi teman sebaya, membangun lingkungan pergaulan yang sehat, serta berani menjadi pelopor dalam menyuarakan hidup tanpa narkoba.

Ia juga berharap kegiatan ini mampu melahirkan figur-figur muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan keberanian untuk menjadi teladan di tengah masyarakat.

 “Ke depan, kami berharap para duta yang terpilih benar-benar dapat menjadi role model bagi teman-temannya, sekaligus menjadi mitra strategis dalam upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Jepara,” tambahnya.

Salah satu peserta, Dinda Kanaya Dewi (17), salah seorang siswi SMA di Jepara, mengaku termotivasi mengikuti kegiatan ini karena ingin berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

 Ia menilai kegiatan ini menjadi wadah positif bagi pelajar untuk tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga membangun keberanian dalam menyuarakan hidup sehat tanpa narkoba.

 “Saya ingin menjadi bagian dari generasi yang berani berkata tidak pada narkoba. Dari kegiatan ini saya belajar bagaimana mengedukasi teman sebaya agar lebih sadar akan bahaya narkoba,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dinda berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak pelajar. 

“Semoga ke depan semakin banyak teman-teman seusia saya yang ikut terlibat, sehingga kita bisa saling menguatkan dan menciptakan lingkungan yang sehat, positif, dan bebas dari narkoba,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar tidak hanya menjadi duta secara simbolik, tetapi mampu menjadi komunikator yang efektif dalam menyampaikan pesan anti narkoba dengan pendekatan kreatif, komunikatif, dan relevan dengan karakter generasi Z.

Klik & baca https://uwrite.id/ untuk mengupdate beraneka warta terkini dari Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan & Lingkungan Hidup. Juga berita Internasional & Olahraga dari berbagai belahan dunia serta ragam informasi Teknologi-Sains, Film-Musik, Selebriti-Tokoh, Seni-Budaya hingga Religi. Tak ketinggalan rubrik gaya hidup mulai Kuliner, Kesehatan, Pariwisata, Fashion & Otomotif.

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar