Forest City Kalimantan Selatan Embrio Ibu Kota Nusantara

Lingkungan Hidup | 13 Sep 2023 | 14:36 WIB
Forest City Kalimantan Selatan Embrio Ibu Kota Nusantara
Konsep forest city di Kalimantan Selatan diwujudkan dalam Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI) di Banjarbaru. ~ (Dok. Dinas Kehutanan Kalsel)

Uwrite.id - Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur berkonsep hutan kota berkelanjutan (forest city). Sebagaimana diungkapkan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono beberapa waktu lalu yang meyakini Nusantara akan menjadi ibu kota negara pertama di dunia menerapkan konsep forest city atau pembangunan perkantoran berdimensi hutan.

Nantinya 75 persen area IKN Nusantara akan menjadi area hijau, termasuk sebagian besar tetap sebagai hutan tropis. Konsep forest city dalam pembangunan IKN Nusantara ini serupa dengan konsep pembangunan perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru yang di dalam dibangun Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI).

Bisa dibilang miniatur hutan hujan tropis seluas 90 hektar ini sebagai embrio pembangunan forest city IKN Nusantara. Keberadaan TH2TI yang dinilai berhasil mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Pada peringatan Hari Pers Nasional 2020 lalu, TH2TI ini diresmikan langsung Presiden Joko Widodo.

Pembangunan TH2TI merupakan salah satu upaya Pemprov Kalsel untuk mempertahankan keberadaan tanaman hutan endemik terutama kawasan Pegunungan Meratus yang beberapa jenis di antaranya mulai langka seperti Ulin dan Meranti.
 
TH2TI merupakan bagian dari Gerakan Revolusi Hijau, salah satu dari sekian banyak gagasan pembangunan bidang kehutanan yang dicetuskan.

Direktur Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), DR Hanif Faisol Nurofiq saat masih bertugas di Kalimantan Selatan.

"Keberadaan TH2TI berfungsi sebagai hutan kota disamping konservasi, edukasi, ekologi, klimatologi, hidrologi, wisata ekologi dan estetika," ujar Hanif Faisol Nurofiq, Rabu (13/09).

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor mengatakan pembangunan TH2TI salah satu aksi nyata dalam rangka mengurangi laju degradasi hutan dan lahan dan sejalan dengan program Revolusi Hijau.

Saat ini TH2TI di Kalsel memiliki koleksi 50 ribu pohon dengan luas areal yang sudah ditanam seluas 60 hektar. Areal tanam dibagi dalam empat blok meliputi rimba campuran dan HHBK, Ulin, Meranti dan Mahoni.

Tidak hanya membuat asri kawasan perkantoran, TH2TI yang dilengkapi berbagai fasilitas wisata dan olahraga ini banyak dikunjungi warga terutama saat akhir pekan dan liburan.

Pembangunan Kehutanan Kalsel Cukup Sukses

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya memberikan pujian terhadap manajemen dan leadership pembangunan bidang kehutanan yaitu Taman Hutan Hujan Tropis Indonesia (TH2TI).

Terkait hal ini Menteri LHK beberapa waktu lalu mengajak Dekan Fakultas Kehutanan se-Indonesia mengunjungi TH2TI untuk melihat secara langsung konsep dan pola pembangunan forest city di Kalsel.

Bagaimana Kalsel membangun dan mengelola TH2TI, yang akan dijadikan percontohan untuk diterapkan dalam pengelolaan forest city di IKN Nusantara.

Menteri LHK menceritakan pengalamannya pertama kali datang ke Kalsel pada 2015, saat itu kondisinya masih gersang dan marak karhutla. Namun setelah beberapa kali berkunjung terlihat perkembangan yang signifikan terutama keberadaan forest city di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel yang sangat baik, asri dan ditumbuhi beragam pohon khas Kalimantan.

Benar-benar menggambarkan sebuah miniatur atau taman hutan hujan tropis Indonesia di kawasan ibukota Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru.

Senada Guru Besar Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Profesor Gusti Muhammad Hatta mengatakan pembangunan bidang kehutanan di Kalsel selama ini cukup berhasil.

"Mulai dari program penanaman secara besar-besar  revolusi hijau, forest city hingga pembangunan kawasan Tahura Sultan Adam," ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Menristek era Presiden SBY ini.

 Gusti Hatta juga menyinggung keberadaan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Kementerian LHK, DR Hanif Faisol Nurofiq yang merupakan putera daerah diharapkan mampu semakin meningkatkan pembangunan kehutanan di Indonesia.

"Kementerian itu harus diisi orang-orang profesional tanpa melihat asal dan almamaternya. Kita harapkan ke depan pembangunan bidang kehutanan di Indonesia akan semakin baik," pungkasnya. (*)

 


 

 

 

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar