Figur Florencia Lolita, Pramugari Calon Pengantin Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Bulusaraung

Peristiwa | 20 Jan 2026 | 12:54 WIB
Figur Florencia Lolita, Pramugari Calon Pengantin Korban Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Bulusaraung
Pramugari ATR 42-500, Ollen baru sekitar tiga bulan bertugas sebagai pramugari pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport (IAT).

Uwrite.id - Pangkep - Rasa duka mendalam menyelimuti keluarga Florencia Lolita Wibisono, seorang pramugari pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Pangkep–Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/01).

Florencia Lolita Wibisono merupakan pramugari Pesawat ATR 42-500 jatuh di Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sabtu (17/01). ‎Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara dalam keluarganya. 

Florencia Lolita Wibisono (32), pramugari ATR 42-500 rute Yogyakarta–Makassar, menjadi korban kecelakaan pesawat di Gunung Bulusaraung, Sulsel. 

Ia dikenal sebagai pramugari senior sekaligus trainer awak kabin dan tengah bersiap menikah dengan seorang pilot.

Florencia, yang akrab disapa Ollen, merupakan salah satu awak kabin dalam penerbangan nahas tersebut.

Di balik seragam pramugarinya, tersimpan kisah harapan yang belum sempat terwujud.

Perempuan berusia 32 tahun itu diketahui tengah bersiap menyambut pernikahan yang selama ini dinantikan keluarga.

“Iya, dia memang akan segera menikah. Kami semua sudah menantikan momen bahagia itu,” ujar Juwita, kerabat Florencia, lirih.

Si Bungsu yang Jadi Kebanggaan Keluarga

Florencia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara. Kabar jatuhnya pesawat membuat keluarga seakan kehilangan waktu.
Harapan bercampur cemas terus menyertai penantian informasi resmi dari pihak berwenang.

Beberapa jam sebelum kejadian, Ollen bahkan masih sempat membagikan potongan aktivitas kesehariannya melalui media sosial, tanpa ada firasat bahwa penerbangan itu akan menjadi yang terakhir.

Baru Tiga Bulan Bertugas di ATR 42-500

Menurut Ramos, anggota keluarga Florencia, Ollen baru sekitar tiga bulan bertugas sebagai pramugari pesawat ATR 42-500 milik Air Indonesia Transport (IAT).

“Kira-kira baru tiga bulan dia kerja di pesawat itu,” ujar Ramos saat ditemui di rumah keluarga korban di Tondano, Kabupaten Minahasa, Minggu (18/01).

Meski terbilang baru di armada ATR, pengalaman Florencia di dunia penerbangan tidak diragukan. Sebelumnya, ia menghabiskan sekitar 13–14 tahun berkarier di maskapai Lion Air.

Pramugari Senior Sekaligus Trainer Awak Kabin

Tak hanya dikenal sebagai pramugari senior, Ollen juga dipercaya menangani pelatihan awak kabin baru. Perannya kerap dikaitkan dengan pembinaan kru junior.

“Dia juga jadi trainer untuk pramugari yang baru. Bisa dibilang seperti HRD,” ungkap Ramos.

HRD atau Human Resources Department merupakan bagian yang bertanggung jawab dalam pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Calon Suami Seorang Pilot

Rencana pernikahan Florencia semakin menjadi sorotan setelah keluarga mengungkap bahwa calon pasangannya berprofesi sebagai pilot di salah satu maskapai penerbangan. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar