Fasilitas Nuklir Natanz Milik Iran Jadi Sasaran Operasi Militer AS-Israel

Uwrite.id - Teheran - Fasilitas nuklir Natanz milik Iran menjadi sasaran serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (21/03) pagi waktu setempat. Organisasi Energi Atom Iran mengonfirmasi serangan tersebut menyasar kompleks pengayaan uranium Shahid Ahmadi Roshan yang terletak sekitar 220 kilometer tenggara Teheran.
“Menyusul serangan kriminal oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap negara kita, kompleks pengayaan Natanz menjadi sasaran pagi ini,” tulis pernyataan resmi organisasi tersebut seperti dikutip Al Jazeera dari kantor berita Tasnim.
Meski terjadi serangan, otoritas setempat memastikan tidak ada kebocoran bahan radioaktif yang terdeteksi di lokasi maupun ancaman bahaya bagi penduduk di dekat fasilitas tersebut. Laporan teknis mengenai jenis persenjataan yang digunakan dalam serangan ini masih dalam tahap investigasi dan belum diungkap ke publik.
Mohamed Vall dari Al Jazeera melaporkan bahwa pernyataan organisasi nuklir Iran tidak menyebutkan bagaimana serangan hari Sabtu itu terjadi dan jenis bom apa yang digunakan di dalamnya. Fasilitas di Natanz merupakan salah satu lokasi nuklir utama di Iran, terletak di bagian tengah negara, bersama dengan fasilitas nuklir Isfahan.
“Dan kita tahu bahwa tujuan utama perang antara Amerika dan Israel ini adalah tentang program nuklir Iran, bagaimana menghancurkannya dan mencegah Iran memproduksi bom nuklir,” katanya.
Adapun fasilitas nuklir Natanz pernah menjadi sasaran Israel dalam perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025 lalu.
Di sisi lain, Badan Energi Atom Internasional (the International Atomic Energy Agency/IAEA) mengonfirmasi telah menerima laporan dari Iran terkait insiden terbaru itu. Melalui unggahan di platform X, IAEA menyatakan tidak ada kenaikan tingkat radiasi di luar lokasi, namun penyelidikan mendalam terus dilakukan.
Kepala IAEA, Rafael Grossi, kembali menyerukan penahanan diri secara global. “Penting untuk menghindari risiko kecelakaan nuklir di tengah eskalasi konflik yang sedang berlangsung terhadap Iran,” tegas Grossi.
Gedung Putih sebelumnya menyatakan bahwa operasi militer yang diluncurkan bersama Israel sejak 28 Februari 2026 ini bertujuan utama untuk memutus akses Iran terhadap pengembangan senjata nuklir di masa depan. Situs Natanz sendiri tercatat telah beberapa kali mengalami kerusakan akibat serangan udara sejak awal konflik pecah. (*)

Tulis Komentar