Erick Thohir Dalam Pusaran Skandal Buzzer, Diduga Gunakan BUMN untuk Kepentingan Pribadi

Opini | 10 Jul 2023 | 22:22 WIB
Erick Thohir Dalam Pusaran Skandal Buzzer, Diduga Gunakan BUMN untuk Kepentingan Pribadi
Jurnalis Tempo, Fransisca Christy Rosana. (Tangkapan Layar Youtube.com/Tempdotco).

Uwrite.id - Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, belakangan ini menjadi sorotan publik setelah diduga memanfaatkan BUMN untuk memelihara buzzer. Isu ini terbongkar oleh jurnalis Tempo, Fransisca Christy Rosana, dalam sebuah podcast "Bocor Alus" yang ditayangkan melalui akun YouTube Tempdotco.

Dalam podcast tersebut, Fransisca dengan tegas menyebutkan bahwa di lingkaran BUMN terdapat sebuah grup buzzer yang dikenal sebagai Ranger Medsos.

"Di kementerian BUMN dan BUMN mereka membentuk grup yang namanya Ranger Medsos. Isinya karyawan BUMN kementerian BUMN," ungkap Fransisca.

Fransisca melanjutkan ceritanya bahwa Ranger Medsos memiliki tugas untuk memberikan komentar positif di media sosial yang dimiliki oleh Erick Thohir.

"Dan juga membentuk opini bahwa Kementerian BUMB ketika dipimpin oleh Erick Thohir lumayan berjayalah. Dan ada perintah untuk ketika sudah like dan komen itu harus capture ke atasannya," jelasnya.

Selain itu, Fransisca juga mengungkapkan bahwa Erick Thohir memiliki ambisi untuk menjadi calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto dalam pemilihan presiden berikutnya.

Menurut Fransisca, setelah bertemu dengan Partai Gerindra, Erick Thohir menyatakan bahwa ia akan membantu menyelesaikan masalah dengan Cak Imin jika mendapatkan dukungan penuh dari Gerindra. Namun, tingkat dukungan yang diberikan oleh Erick Thohir hanya mencapai 80 persen.

Selanjutnya, Fransisca juga mengungkapkan pertemuan antara delegasi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) dengan Megawati Soekarnoputri di kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli Hasan (Zulhas) dari PAN membawa tiga poin penting. Pertama, Erick Thohir sebagai calon wakil presiden. Kedua, pembicaraan tentang logistik koalisi. Ketiga, pembahasan mengenai portofolio kabinet.

Fransisca juga menjelaskan ketika bertemu dengan Megawati, Zulhas meminta empat jabatan menteri sebagai syarat berkoalisi dengan PDIP. Permintaan tersebut mencakup satu Menteri Koordinator, dua Menteri di bidang ekonomi, dan satu Menteri di bidang non-ekonomi.

Ketika membahas Erick Thohir sebagai calon wakil presiden, Megawati mengungkapkan bahwa banyak pihak yang mengajukan diri sebagai calon wakil presiden kepada PDIP.

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar