Ekspektasi Tinggi terhadap Polri Butuhkan Transformasi Digital Era 4.0 pada Layanan Responsif Kepolisian

Hukum | 17 Mar 2025 | 17:05 WIB
Ekspektasi Tinggi terhadap Polri Butuhkan Transformasi Digital Era 4.0 pada Layanan Responsif Kepolisian
Seminar Nasional "Mewujudkan Pelayanan Polri yang Responsif kepada Masyarakat dalam Menghadapi Transformasi Digital", Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK).

Uwrite.id - Jakarta - Dalam era digital, masyarakat memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap pelayanan publik, termasuk Kepolisian. Oleh karena itu, Polri harus membangun sistem pelayanan yang cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan warga, serta tidak hanya menegakkan hukum.

Intisari bahasan Seminar Nasional bertajuk "Mewujudkan Pelayanan Polri yang Responsif dan Berorientasi pada Harapan Masyarakat dalam Menghadapi Tantangan Era 4.0 dan Transformasi Digital", mengukuhkan keberhasilan institusi dalam menjawab tantangan yang mana akan sangat bergantung pada kemampuan Polri beradaptasi dengan teknologi serta mengedepankan pendekatan humanis. Hal ini diutarakan oleh Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Irjen. Pol. Dadang Hartanto.

Seminar ini menjadi forum penting bagi berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas layanan kepolisian.

Ketua STIK Irjen. Pol. Dadang Hartanto mengimbuhkan, "Di era 4.0, keberhasilan Polri bukan hanya diukur dari keberanian dalam menegakkan hukum, tetapi juga dari kemampuannya dalam membangun hubungan yang lebih harmonis dengan masyarakat."

Kunci untuk menciptakan keamanan yang berkelanjutan serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian di Indonesia yakni Polri yang inovatif, profesional, dan humanis.

Dengan berbagai gagasan yang lahir dari seminar ini, diharapkan Polri dapat mempercepat reformasi pelayanan yang tidak hanya responsif dan berbasis teknologi, tetapi juga lebih berorientasi pada kebutuhan dan kepercayaan publik.

Tak hanya menyoroti aspek teknologi, seminar ini juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis empati dalam praktik Kepolisian. Hasil penelitian mahasiswa STIK angkatan ke-82 mengungkap bahwa peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem, tetapi juga pada bagaimana aparat kepolisian memperlakukan masyarakat dengan sikap yang lebih humanis. (*)

Menulis di Uwrite bisa dapat penghasilan, Investasikan tulisan anda sekarang juga
Daftar di sini

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar