Ekspansi TransJakarta ke Kepulauan Seribu Disorot DPRD DKI

Uwrite.id - Jakarta - Rencana PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) memperluas layanan transportasi massal ke wilayah perairan Kepulauan Seribu mendapat sorotan dari DPRD DKI Jakarta. DPRD DKI menilai ekspansi tersebut perlu mempertimbangkan kemampuan keuangan perusahaan sebelum dijalankan.
Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta Hengky Wijaya mengatakan TransJakarta masih memiliki persoalan pembiayaan layanan darat, salah satunya beban Public Service Obligation (PSO) yang cukup besar.
Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2026, kata dia, pendapatan PSO TransJakarta tercatat Rp4,87 triliun. Hingga Juli 2026, realisasinya mencapai Rp2,49 triliun.
Hengky menuturkan, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan sebelum TransJakarta menambah tanggung jawab pengelolaan moda transportasi laut. Menurut dia, ekspansi tanpa perhitungan teknis dan finansial yang matang berisiko membebani keuangan badan usaha milik daerah.
“Jangan sampai gara-gara gebrakan baru justru merugikan perusahaan yang sudah sehat,” kata Hengky, Jumat, 14 Agustus 2026.
Karena itu, kata dia, Komisi B meminta rencana tersebut ditunda hingga kajian kelayakan selesai secara komprehensif. Hengky menilai TransJakarta perlu memastikan kesiapan finansial sekaligus kemampuan operasional dalam mengelola layanan transportasi perairan.
“Dengan kajian yang belum matang ini, kami berharap ditunda dulu sampai kajiannya benar-benar siap,” tuturnya.
Hengky menegaskan penundaan bukan berarti DPRD menolak pengembangan transportasi air di Kepulauan Seribu. Dia justru mendukung pengembangan moda tersebut karena mobilitas masyarakat kepulauan masih terbatas.
Namun dukungan itu, kata dia, harus disertai perhitungan yang cermat agar ekspansi tidak berdampak buruk terhadap keuangan perusahaan dan pendapatan daerah.
“Jangan sampai kita salah langkah. Kalau kajiannya sudah beres semua, kita dukung 100 persen,” tandasnya. (*)

Tulis Komentar