Eep Saefulloh Fatah: Pasangan Capres Dukungan Jokowi Bisa Dikalahkan

Politik | 15 Dec 2023 | 01:54 WIB
Eep Saefulloh Fatah: Pasangan Capres Dukungan Jokowi Bisa Dikalahkan
Eep menyebutkan bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran tidak sebesar yang dilansir banyak lembaga survei. Hanya di bawah 40%. Jadi, sangat terbuka lebar, peluang mengalahkan paslon Prabowo-Gibran.

Uwrite.id - Menurut Eep, pasangan Prabowo-Gibran sangat bisa dikalahkan. Sebab, imbuh Eep, tingginya elektabilitas Prabowo-Gibran tidak mencapai 40 persen. Jadi tidak setinggi hasil survei nasional oleh lembaga-lembaga survei akhir-akhir ini.

Survei Eep dilakukan di 32 provinsi dengan total responden setiap provinsi sebanyak 1.200 orang. Jadi total responden pada survei ini mencapai 38.400. Enam provinsi yang tidak disurvei adalah provinsi-provinsi yang ada di Tanah Papua.

Mengalahkan pasangan yang didukung Jokowi pada Pemilu 2024 yakni Prabowo - Gibran, menjadi salah satu dari dua cara untuk segera menghentikan praktik kesewenang-wenangan Jokowi.

Mengapa demikian? Hal ini dimaksudkan agar demokrasi yang sudah dibangun dengan susah payah tidak mengalami putar balik ke titik nol.

Kembali lagi, berdasarkan survei yang dilakukan lembaga milik Eep, Polmark Indonesia, elektabilitas Prabowo-Gibran tidak mencapai 40 persen. Sementara elektabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar berada di atas 20 persen.

Mengacu kepada hasil survei tersebut, Eep amat yakin Pilpres 2024 akan berlangsung dalam dua putaran. Dan, Eep sangat yakin pula bahwa pasangan dukungan Jokowi ini bisa dikalahkan baik di putaran pertama maupun putaran kedua.

Yang terpenting, ujar Eep, adalah lenyapkan kata pesimisme dari kamus hidup rakyat Indonesia.

Cara lain untuk mengoreksi Jokowi adalah dengan cara memakzulkannya. Namun saat ini upaya itu tidak dilakukan karena akan mengganggu pemilu.

Sebab bila terjadi gangguan pada pemilu, Jokowi akan memutuskan menunda pemilu dan ini sejalan dengan keinginan lamanya memperpanjang masa jabatan.

Namun begitu, Eep yakin, partai-partai politik di DPR akan mulai melakukan upaya pemakzulan ini setelah Pilpres putaran kedua sebelum dia resmi lengser pada Oktober 2023. Upaya ini dilakukan sebagai pembelajaran kepada Jokowi.

Apalagi komposisi DPR saat ini 55 persen telah berada di luar koalisi pendukung Jokowi yakni PDI Perjuangan, PPP, Nasdem, PKB, dan PKS. Koalisi pendukung Jokowi di DPR hanya tersisa 45 persen yaitu Partai Gerindra, Golkar, Partai Demokrat, dan PAN.

Padahal, sebelum penetapan pasangan Capres-Cawapres untuk Pilpres 2024, 81 persen dari total kursi di DPR adalah pendukung Jokowi. Sekarang hanya tersisa 45 persen.

Eep Saefulloh Fatah menyimpulkan, saat ini Indonesia sedang mengalami krisis elektoral.

Krisis ini harus dihentikan, pertama, mengalahkan paslon capres dan paslon cawapres sokongan Jokowi di 2024. Kedua, memakzulkannya.

Resep tersebut diuraikan Eep pada event Pasamoan Masyarakat Sipil Jawa Barat yang mengambil tema “Menyoal Rungkadnya Demokrasi dan Mundurnya Reformasi ke Titik Nol - Manifesto Bandung” beberapa waktu lalu.

Video pidato Eep dalam acara tersebut diunggah di channel youtube Obrolan Meja Bundar pada 12 Desember 2023.

Singkat kata, Eep menilai, krisis elektoral adalah salah satu dari empat krisis yang sedang dialami Indonesia saat ini. Tiga krisis lainnya adalah krisis moral, krisis dukungan politik, dan krisis kebijakan.

Di bawah kepemimpinan Jokowi, ternyata tidak dibutuhkan waktu selama 32 tahun untuk bertindak sewenang-wenang, ungkap Eep. Jokowi hanya membutuhkan waktu sembilan tahun dan satu bulan untuk bisa bertindak menjadi manusia yang sewenang-wenang di Indonesia, pungkasnya. (*)

Jika anda keberatan dan memiliki bukti atau alasan yang kuat bahwa artikel berita ini tidak sesuai dengan fakta, anda dapat melakukan pengaduan pada tautan ini

Tulis Komentar

0 Komentar